Kasus ISPA Kediri Capai 11.461, Dinkes Perkuat Imbauan PHBS

oleh -60 Dilihat
oleh
Kasus ISPA Kediri Capai 11.461, Dinkes Perkuat Imbauan PHBS
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro membeber data kasus ISPA.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit menular dengan jumlah tertinggi di Kabupaten Kediri sepanjang Januari hingga Juni 2026. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mencatat angka kasus sempat mencapai 11.461 pada Mei 2026, sehingga pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menekan risiko penularan.

Berdasarkan data resmi Dinkes Kabupaten Kediri, ISPA mendominasi laporan penyakit menular selama enam bulan pertama tahun ini. Keluhan yang paling banyak dialami pasien berupa batuk dan pilek, terutama saat terjadi perubahan kondisi cuaca.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Bambang Triyono Putro, menjelaskan tingginya kasus ISPA dipengaruhi oleh faktor musim. Menurutnya, musim hujan maupun masa pancaroba menjadi periode ketika virus penyebab gangguan saluran pernapasan lebih mudah menginfeksi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah.

“Kalau Januari kan sejak musim penghujan, keluhan batuk pilek hampir setiap waktu karena virus menyerang kondisi tubuh yang turun. Apalagi di pergantian musim atau pancaroba,” ujar Bambang.

Data Dinkes menunjukkan jumlah kasus ISPA mengalami fluktuasi selama semester pertama 2026. Pada Januari tercatat sebanyak 5.894 kasus, kemudian turun menjadi 3.592 kasus pada Februari. Namun, tren tersebut kembali berbalik naik pada Maret hingga mencapai 9.324 kasus.

Peningkatan masih berlanjut pada April dengan 11.274 kasus dan mencapai puncaknya pada Mei sebanyak 11.461 kasus. Memasuki Juni, angka kasus mulai menurun menjadi 9.568 kasus, meskipun jumlah tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan awal tahun.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki musim kemarau atau fenomena bediding yang ditandai dengan suhu udara lebih dingin pada malam hingga pagi hari.

Selain menjaga pola makan bergizi dan memenuhi kebutuhan waktu istirahat, masyarakat juga diminta secara konsisten menerapkan PHBS sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit.

“Perilaku hidup bersih sehat, seperti cuci tangan, pakai masker kalau sakit, jaga daya tahan tubuh dengan makan dan istirahat cukup,” kata Bambang.

Ia menambahkan, penggunaan masker saat mengalami gejala batuk atau pilek merupakan salah satu upaya sederhana yang dapat mengurangi risiko penularan virus kepada orang lain, khususnya di lingkungan keluarga maupun tempat umum.

Dinas Kesehatan berharap kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker ketika sakit, menjaga asupan gizi seimbang, serta beristirahat secara cukup dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Langkah preventif tersebut dinilai penting untuk membantu mengendalikan tren peningkatan kasus ISPA yang kerap terjadi pada periode perubahan musim.

Pemerintah Kabupaten Kediri juga mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami gejala ISPA yang tidak kunjung membaik. Dengan peningkatan kesadaran terhadap PHBS serta upaya menjaga imunitas tubuh, diharapkan angka kasus ISPA dapat ditekan sehingga kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.