
PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mencatat sebanyak 11.710 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Kelompok balita, anak-anak, dan lansia menjadi yang paling rentan terdampak, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem musim kemarau.
Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Pamekasan, Fathor Rahman, mengonfirmasi bahwa tren kasus tahun ini cenderung stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sebagai pembanding, total kasus ISPA sepanjang 2025 mencapai 52.764 kasus. Adapun peningkatan pada semester kedua tahun ini berjalan lambat, yaitu dari 11.686 kasus hingga Juli, menjadi 11.710 kasus per Agustus 2026.
”Dibandingkan tahun sebelumnya, tidak ada kenaikan kasus yang signifikan. Kondisi akhir-akhir ini memicu ISPA akibat peningkatan cuaca panas dan angin kencang yang membuat debu berterbangan. Dampak utamanya dirasakan oleh balita, anak-anak, dan lansia,” ujar Fathor dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Fathor menjelaskan, anak-anak dan balita menjadi kelompok rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk secara sempurna. Selain faktor imunologis, faktor lingkungan juga memegang peranan penting.
Berdasarkan pemetaan wilayah, kawasan perkotaan dinilai paling rawan terpapar ISPA akibat tingginya polusi udara serta minimnya vegetasi atau pepohonan. Risiko ini semakin diperparah oleh kebiasaan masyarakat membakar sampah di musim kemarau.
”Wilayah yang rentan berada di daerah kota karena polusi lebih tinggi dan sedikit pepohonan. Puncak kasus biasanya terjadi saat musim kemarau, ditambah masih maraknya aktivitas pembakaran sampah,” tambahnya.
Sejauh ini, gejala mendominasi yang dilaporkan pasien berupa batuk dan flu, tanpa adanya laporan kasus fatalitas atau kematian.
Guna menekan angka penyebaran, Dinkes Pamekasan mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah preventif yang disarankan mencakup pemenuhan asupan nutrisi dan vitamin, rutin berolahraga, serta penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
”Kami mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan makanan dan minuman, minum vitamin, serta selalu memakai masker jika keluar rumah agar terhindar dari paparan ISPA,” tutup Fathor. (Red-Garudasatunews)












