Kartu Merah Lodi, Laga Proliga Diselimuti Kontroversi

oleh -24 Dilihat
oleh
Kartu Merah Lodi, Laga Proliga Diselimuti Kontroversi
pelatih Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia asal Italia Alessandro Lodi merayakan kemenangan (foto dokumentasi PBV Petrokimia Gresik)
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Duel panas final four Proliga 2026 antara Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia melawan Jakarta Electric PLN di GOR Jawa Pos Arena menyisakan catatan kontroversial, menyusul kartu merah yang dijatuhkan kepada pelatih Alessandro Lodi di tengah pertandingan berintensitas tinggi.

Sejak set awal, kedua tim tampil agresif dengan tensi permainan yang meningkat tajam. Laga penutup seri pertama ini menjadi krusial karena menentukan posisi klasemen sementara, membuat duel berlangsung keras dan sarat tekanan.

Puncak ketegangan terjadi pada set kedua ketika Alessandro Lodi melayangkan protes keras terhadap keputusan wasit. Aksi tersebut dinilai melewati batas hingga berujung sanksi kartu merah, memicu reaksi lanjutan di bench tim Gresik.

Situasi semakin memanas setelah asisten pelatih Pedro Lilipali turut diganjar kartu kuning akibat respons emosional di pinggir lapangan, mempertegas buruknya kontrol emosi dalam momen krusial pertandingan.

Humas Proliga, Lutfi Sukri, menegaskan bahwa pemberian kartu merah kepada pelatih merupakan bagian dari penegakan aturan disiplin dalam pertandingan bola voli profesional. Sanksi tersebut berdampak langsung pada jalannya set.

“Kartu merah diberikan untuk pelanggaran serius. Untuk pelatih, tidak harus keluar lapangan, namun ada bangku khusus. Sanksinya berlaku di set berjalan dengan tambahan poin untuk lawan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Akibat keputusan tersebut, Jakarta Electric PLN sempat diuntungkan dengan tambahan poin saat skor imbang 8-8 berubah menjadi 8-10. Meski demikian, dampak sanksi tidak berlanjut ke set berikutnya.

Ketua Umum PBV Petrokimia Gresik, Iwan Febrianto, memastikan insiden tersebut tidak mempengaruhi performa tim secara keseluruhan maupun laga berikutnya.

Di tengah tekanan dan kontroversi, Gresik Petrokimia tetap menunjukkan dominasi penuh. Tim berjuluk “The Bulls” tampil solid dan berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan telak 3-0 (25-16, 25-16, 25-19).

Hasil ini menempatkan Gresik Petrokimia di puncak klasemen sementara seri pertama final four Proliga 2026 tanpa kekalahan, sekaligus menegaskan kekuatan tim meski diwarnai insiden disiplin yang mencoreng jalannya pertandingan.

Insiden kartu merah terhadap Alessandro Lodi kini menjadi sorotan, memunculkan pertanyaan terkait pengendalian emosi tim di tengah tekanan kompetisi elit yang semakin ketat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.