Karhutla Gunung Botak Ngawi Belum Padam, Medan Jadi Kendala

oleh -35 Dilihat
oleh
Karhutla Gunung Botak Ngawi Belum Padam, Medan Jadi Kendala
Kebakaran vegetasi pinus ini melanda kawasan Gunung Botak, tepatnya di Petak 2A1 RPH Salam, BKPH Lawu Utara, Dusun Krajan, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan tanaman pinus di wilayah BKPH Lawu Utara, Gunung Botak, Petak 2A1 RPH Salam, Dusun Krajan, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Hingga Selasa (29/9/2026), api dilaporkan belum sepenuhnya padam sehingga tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan di lokasi.

Kebakaran diketahui mulai terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kondisi medan kawasan hutan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Tim di lapangan juga harus memperhatikan keselamatan personel dan masyarakat karena kondisi api masih berkembang.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kapolsek Sine menyampaikan bahwa aparat bersama unsur terkait terus memantau perkembangan titik api. Koordinasi dilakukan untuk mencegah kobaran meluas ke kawasan lain.

“Kami terus melakukan pemantauan perkembangan kebakaran di wilayah Gunung Botak serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya penanganan,” ujar Kapolsek Sine sebagaimana dikutip dalam pemberitaan yang dimuat Selasa (29/9/2026).

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun asap di kawasan hutan melalui layanan kepolisian atau Call Center 110.

Dari sisi penanganan, kondisi api yang belum sepenuhnya padam menjadi perhatian karena bara masih dapat muncul kembali. Sebelumnya, kawasan Gunung Botak di Desa Kuniran juga pernah mengalami kebakaran hutan, dengan vegetasi seperti pinus, alang-alang, dan kayu kering menjadi material yang mudah terbakar. Catatan pemberitaan lokal pada 2023 menunjukkan kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran dengan upaya pemadaman melibatkan aparat, Perhutani, relawan, dan masyarakat.

Situasi tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan pascapemadaman, terutama pada kawasan hutan yang memiliki vegetasi kering dan akses medan yang tidak mudah. Namun, penyebab kebakaran pada kejadian 2026 ini belum dinyatakan secara definitif dalam sumber yang tersedia, sehingga dugaan penyebab tidak dapat dipastikan tanpa hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini disusun, tim gabungan masih melakukan pemadaman serta pemantauan untuk mengantisipasi penyebaran api. Keselamatan petugas dan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan dalam setiap langkah penanganan di kawasan Gunung Botak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.