MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Polsek Gedeg, Kabupaten Mojokerto, memperkuat komunikasi dengan sejumlah pengurus perguruan silat sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gesekan dan konflik di wilayah hukumnya. Upaya tersebut dilakukan dengan membangun komunikasi intensif serta mempererat hubungan antara kepolisian dan para pengurus perguruan silat.
Kapolsek Gedeg AKP Dimas Adit Sutono mengajak para pengurus perguruan silat untuk menjaga komunikasi secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar potensi persoalan dapat dideteksi dan diselesaikan sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
Pertemuan antara kepolisian dan pengurus perguruan silat tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi serta perkenalan AKP Dimas sebagai Kapolsek Gedeg yang baru. Kehadiran pimpinan baru di tingkat sektor kepolisian itu menjadi kesempatan untuk membangun koordinasi langsung dengan berbagai unsur masyarakat.
Langkah membangun jalur komunikasi menjadi penting mengingat aktivitas perguruan silat melibatkan komunitas masyarakat dalam jumlah besar. Karena itu, komunikasi antara aparat, pengurus perguruan, dan lingkungan masyarakat menjadi salah satu instrumen pencegahan agar persoalan antarkelompok tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pendekatan preventif tersebut juga menunjukkan bahwa penanganan potensi konflik tidak semata-mata mengandalkan tindakan setelah terjadi pelanggaran. Deteksi dini dan komunikasi antarpihak menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
AKP Dimas sebelumnya juga aktif membangun komunikasi dengan unsur pemerintahan desa sejak mulai menjabat sebagai Kapolsek Gedeg. Pola tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi serta mendukung deteksi dini terhadap berbagai persoalan keamanan di tengah masyarakat.
Dengan terbukanya jalur komunikasi bersama pengurus perguruan silat, kepolisian berharap potensi gesekan dapat dicegah sejak awal. Pengurus perguruan silat juga memiliki peran strategis dalam menjaga anggotanya agar tidak mudah terprovokasi serta ikut mempertahankan kondusivitas wilayah.
Bagi masyarakat, langkah tersebut menjadi penting karena pencegahan konflik membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan organisasi atau komunitas yang memiliki pengaruh langsung di lingkungan masing-masing.
Upaya Polsek Gedeg ini pada akhirnya menempatkan komunikasi sebagai garis depan pencegahan konflik. Efektivitasnya akan sangat bergantung pada konsistensi koordinasi dan kemampuan seluruh pihak menjaga komitmen tersebut dalam praktik di lapangan.
(Red-Garudasatunews)












