Kapolri Tolak Polri di Bawah Menteri, Pilih Jadi Petani

oleh -228 Dilihat
Kapolri Tolak Polri di Bawah Menteri, Pilih Jadi Petani
Kapolri tolak usul Polri di bawah Kementerian.
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Sikap keras itu disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Senin (26/01/26), dan langsung disambut tepuk tangan peserta rapat.

Listyo menegaskan, posisi Polri di bawah Presiden merupakan bentuk paling ideal agar institusi kepolisian tetap menjadi alat negara yang profesional dan fokus melayani masyarakat.

“Kami, institusi Polri, menolak jika ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus,” tegas Listyo.

Ia menilai gagasan tersebut justru berpotensi melemahkan Polri, negara, bahkan Presiden. Menurutnya, menempatkan Polri di bawah kementerian atau membentuk kementerian kepolisian sama saja menciptakan “matahari kembar” dalam struktur kekuasaan.

“Kalau pilihannya polisi tetap di bawah presiden atau ada menteri kepolisian, saya lebih memilih Kapolrinya dicopot,” ujarnya lantang.

Listyo bahkan mengaku pernah mendapat pesan pribadi yang menawarkannya jabatan menteri kepolisian. Tawaran itu dengan tegas ia tolak.

“Kalau saya harus memilih, lebih baik saya menjadi petani daripada menjadi menteri kepolisian,” katanya, menegaskan sikap penolakannya.

Kapolri menekankan, keberadaan Polri langsung di bawah Presiden memungkinkan institusi bergerak cepat saat dibutuhkan negara, tanpa hambatan birokrasi kementerian.

“Kalau Polri ditaruh di bawah kementerian, itu bukan hanya melemahkan institusi, tapi juga melemahkan negara dan Presiden,” pungkasnya.

Dengan sikap tersebut, Listyo meminta seluruh jajaran Polri satu suara menolak wacana Polri di bawah kementerian dan mempertahankan independensi institusi hingga titik akhir. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.