MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengajak insan pers memperkuat sinergi dengan kepolisian untuk menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan itu disampaikan AKBP Erik dalam kegiatan Ngopi Bareng Kapolres Mojokerto bersama wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya, di sebuah kafe di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jumat (9/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Mojokerto didampingi Wakapolres Kompol Grandika Indera Waspada dan sejumlah pejabat utama Polres Mojokerto. Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan wartawan untuk memperkuat hubungan profesional sekaligus mendukung penyampaian informasi kepada publik.
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci
AKBP Erik menegaskan, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan diperlukan agar wartawan dapat memperoleh informasi serta melakukan konfirmasi mengenai berbagai persoalan di wilayah hukum Polres Mojokerto.
Ia menyatakan tidak ingin membangun jarak dengan insan pers. Menurutnya, kemudahan komunikasi merupakan bagian penting dalam mendukung keterbukaan informasi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Kapolres juga mempersilakan wartawan berkoordinasi melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Mojokerto sebagai penghubung kebutuhan data dan informasi.
Langkah tersebut diharapkan mempercepat proses konfirmasi sehingga pemberitaan dapat disampaikan secara tepat tanpa mengabaikan prinsip akurasi dan tanggung jawab jurnalistik.
Wartawan Berperan Menangkal Hoaks
Selain menjadi penyampai informasi, media massa memiliki fungsi kontrol sosial dan edukasi publik. Karena itu, wartawan diharapkan mampu membantu masyarakat mengenali informasi provokatif yang berpotensi menimbulkan keresahan maupun mengganggu stabilitas keamanan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, verifikasi menjadi hal penting sebelum sebuah kabar disebarluaskan. Informasi yang belum teruji kebenarannya berisiko memicu kesalahpahaman, memperkeruh situasi, hingga merusak kepercayaan masyarakat.
Sinergi antara kepolisian dan media diharapkan dapat membantu meluruskan informasi yang simpang siur. Namun, kerja sama tersebut tetap perlu dijalankan secara profesional dengan menghormati independensi pers, kebebasan memperoleh informasi, dan kode etik jurnalistik.
Kapolres juga menyinggung semangat Polri, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”, sebagai landasan untuk membangun hubungan yang baik dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers.
PWI Mojokerto Raya Sambut Positif
Ketua PWI Mojokerto Raya, Aminuddin Ilham, menyambut baik pertemuan tersebut. Ia menilai komunikasi antara kepolisian dan wartawan merupakan tradisi positif yang perlu dipertahankan untuk mempererat hubungan sekaligus mendukung pelaksanaan tugas jurnalistik.
Aminuddin menegaskan komitmen wartawan yang tergabung dalam PWI Mojokerto Raya untuk menjalankan tugas secara profesional dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut diharapkan menjadi awal komunikasi berkelanjutan antara Polres Mojokerto dan insan pers.
Ke depan, keterbukaan akses informasi, kemudahan konfirmasi, serta penghormatan terhadap independensi media menjadi aspek penting agar sinergi kedua pihak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Upaya menjaga kamtibmas tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dan penyebaran informasi yang bertanggung jawab. Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan terverifikasi, media diharapkan turut mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Mojokerto.
(Red-Garudasatunews)









