Kapolda Jatim Wanti-wanti Ancaman 2026

oleh -194 Dilihat
oleh
Kapolda Jatim Wanti-wanti Ancaman 2026
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Afianto.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si mengingatkan seluruh jajaran agar meningkatkan deteksi dini dan kesiapsiagaan menghadapi dinamika keamanan 2026 yang dinilai sarat tantangan global dan potensi gangguan kamtibmas daerah.

Peringatan itu disampaikan saat Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Jatim di Rupatama Mapolda Jatim. Ia menegaskan seluruh personel tidak meremehkan potensi gangguan sekecil apa pun.

“Jangan pernah underestimate. Sekecil apa pun potensi gangguan, jika tidak dipetakan dengan baik bisa menjadi celah fatal,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto.

Kapolda mengapresiasi kinerja jajaran sepanjang 2025 hingga Februari 2026 yang dinilai mampu menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif. Ia menyoroti respons cepat dalam penanganan kasus kamtibmas dan bencana, termasuk pengungkapan kasus atensi seperti judi online, narkoba, curanmor, korupsi, dan penyelundupan.

Selain itu, Polda Jatim dinilai berhasil mendukung program pemerintah seperti pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan SPPG tanpa komplain, serta berkontribusi dalam penguatan swasembada jagung.

Mengacu dinamika global, Kapolda menyebut dunia tengah berada pada fase transformasi sosial, politik, dan ekonomi yang berpotensi memicu gesekan dan instabilitas. Ia menekankan konsep modern warfare tidak lagi sebatas perang konvensional, tetapi juga meliputi perang ekonomi, sistem drone, hingga psywar.

“Modern warfare bukan hanya perang darat, laut, dan udara. Ada perang ekonomi, drone system hingga psywar. Kita harus adaptif dan solid,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya mengawal Rencana Kerja Pemerintah 2026 sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Polri berada di barisan terdepan menyelamatkan kekayaan negara.

Ia memaparkan kalender kamtibmas 2026 yang dipenuhi potensi kerawanan, mulai dari agenda buruh dan mahasiswa, konflik perguruan silat di Madiun Raya, hingga peringatan hari besar nasional. Karena itu, deteksi dini dan pemetaan kerawanan harus diperkuat.

Di internal institusi, Kapolda mendorong transformasi penegakan hukum yang adaptif terhadap KUHP dan KUHAP baru dengan mengedepankan restorative justice dan pendekatan humanis.

“Tinggalkan pola represif. Jadilah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang empatik,” tegasnya.

Kapolda mengajak seluruh jajaran memperkuat program JOGO JATIM dan menyukseskan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sebelum secara resmi membuka Rapim Polda Jatim 2026.  (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.