Kampung Jamur Ubur-Ubur Pasuruan Sedot Wisatawan

oleh -53 Dilihat
oleh
Kampung Jamur Ubur-Ubur Pasuruan Sedot Wisatawan
Kampung Jamur Ubur-Ubur di Pasuruan yang viral.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Warga Dusun Sumbertumpuk, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, mengembangkan kawasan tematik Kampung Jamur Ubur-Ubur sebagai destinasi wisata kreatif menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Inisiatif berbasis swadaya masyarakat itu menghadirkan instalasi lampion, ornamen jamur, serta dekorasi ubur-ubur bercahaya yang menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.

Penataan kawasan dilakukan di sepanjang ruas jalan dusun dengan memanfaatkan dekorasi pencahayaan yang menciptakan suasana berbeda pada malam hari. Sejumlah titik juga disiapkan sebagai lokasi swafoto sehingga menarik minat wisatawan lokal, pegiat fotografi, hingga pembuat konten media sosial.

Berdasarkan informasi yang disampaikan penyelenggara, pengembangan kampung tematik tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk mendukung tujuan tersebut, pemuda Karang Taruna setempat menggelar Sumbertumpuk Fest 2026. Kegiatan itu menjadi ruang promosi bagi puluhan pelaku UMKM yang menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner khas, fesyen, hingga kerajinan tangan hasil karya masyarakat Desa Gununggangsir.

Penyelenggaraan festival diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas. Seluruh rangkaian kegiatan dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya sehingga pengunjung dapat menikmati suasana Kampung Jamur Ubur-Ubur secara langsung.

Pantauan dari berbagai unggahan di media sosial menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap keberadaan destinasi tersebut. Sejumlah warganet memberikan apresiasi atas kreativitas dan kekompakan warga dalam mengembangkan kawasan wisata berbasis partisipasi masyarakat.

Salah satu akun media sosial, @niswatul_chasanah15, mengaku telah mengunjungi lokasi pada tahun sebelumnya dan menilai dekorasi tahun ini mengalami peningkatan.

“Tahun kemarin saya berkunjung ke sana dan keren sekali, tahun ini makin keren dan jos jis.”

Komentar tersebut diunggah melalui akun @kartar_budiutomo07.

Apresiasi serupa disampaikan akun @andin_tatto yang menilai konsep festival mampu mendukung aktivitas UMKM sekaligus tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar.

“Jos jis iki!! Kreatif, kompak, dan tetap iso menghidupkan UMKM tapi tidak mengganggu warga sekitar dengan sound horeg.”

Hingga berita ini ditulis, kegiatan Kampung Jamur Ubur-Ubur dan Sumbertumpuk Fest 2026 menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat sebagai destinasi wisata malam berbasis kreativitas warga. Informasi yang dimuat dalam berita ini bersumber dari keterangan penyelenggara dan unggahan publik yang dapat diakses secara terbuka, serta tidak ditemukan informasi yang menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.