Kambing Rambo Berseragam SD Hebohkan Festival Gresik

oleh -45 Dilihat
oleh
Kambing Rambo Berseragam SD Hebohkan Festival Gresik
Kambing kurban bernama Rambo tampil nyentrik mengenakan seragam SD sebelum mengikuti lomba
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Festival Qurban Grissee 1K 2026 di kawasan Bandar Grisse, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (26/5/2026), berubah menjadi panggung promosi peternakan rakyat yang menyedot perhatian ribuan warga. Ratusan kambing dan domba jumbo milik peternak lokal diarak keliling kota dengan balutan kostum unik demi menarik pasar hewan kurban menjelang Iduladha.

Sekitar 250 ekor kambing dan domba unggulan tampil dalam festival bertema “Peternak Gresik Baru, Lebih Maju”. Hewan-hewan berukuran besar itu menjadi pusat perhatian warga sepanjang rute arak-arakan dari depan Kantor PLN Gresik, melintasi Jalan Setiabudi, Alun-Alun Gresik, depan Polsek Gresik, hingga kembali ke Bandar Grisse.

Sorotan utama jatuh pada seekor kambing putih jumbo bernama “Rambo” milik Nunung, warga Jalan MH Thamrin Gresik. Kambing tersebut tampil mencolok mengenakan seragam SD merah putih lengkap dengan topi sekolah. Sang pemilik bahkan ikut mengenakan seragam serupa untuk menarik perhatian masyarakat.

“Namanya kambing Rambo. Memang sengaja dipakaikan seragam SD supaya lucu dan menarik perhatian warga. Sekalian promosi usaha juga, tapi tetap nantinya untuk kurban,” ujar Nunung kepada wartawan.

Fenomena itu langsung memancing antusiasme warga. Sepanjang jalur parade, masyarakat berdesakan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi keagamaan kini mulai dikemas sebagai tontonan publik sekaligus sarana promosi ekonomi peternakan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, mengakui festival tersebut bukan sekadar syiar Iduladha, melainkan juga strategi memperkuat citra Gresik sebagai sentra kambing dan domba nasional.

“Ini bentuk apresiasi kepada para pekurban dalam rangka Iduladha. Sebelum dikurbankan, hewan-hewan terbaik ini kita arak sebagai bagian dari syiar Islam. Selain itu, juga menjadi promosi bahwa kambing dan domba berkualitas ada di Gresik,” katanya.

Menurut Eko, Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan lahirnya lebih banyak peternak muda baru melalui festival tersebut. Pemkab juga mulai mengarahkan kegiatan itu menjadi agenda wisata tahunan daerah.

“Harapannya Gresik bisa menjadi sentra kambing dan domba terbaik se-Indonesia. Kalau mencari ternak kurban, orang langsung ingat Gresik. Ini juga menjadi perpaduan wisata religi, budaya, wisata kota, dan promosi peternakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, rencana menjadikan festival arak-arakan kambing sebagai ikon wisata baru sudah disampaikan kepada Bupati Gresik dan akan melibatkan dinas pariwisata.

“Insyaallah akan diagendakan setiap tahun. Kami juga sudah menyampaikan kepada Pak Bupati dan menggandeng dinas pariwisata agar kegiatan ini menjadi ikon baru Kabupaten Gresik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Indonesia Goat Breeder (IGB) Gresik sekaligus Wakil Ketua REI Gresik, Yazid, menilai festival tersebut menjadi momentum memperlihatkan potensi besar bisnis peternakan kambing kepada generasi muda.

“Mayoritas peternaknya anak muda. Kami ingin menunjukkan bahwa menjadi peternak itu menjanjikan dan bisa menyejahterakan keluarga. Potensi bisnis ternak di Gresik sangat besar,” ujarnya.

Tak hanya diikuti peternak lokal, festival itu juga menarik perhatian peserta dari luar daerah seperti Jombang yang datang untuk melihat perkembangan peternakan kambing di Gresik.

Kemeriahan Festival Qurban Grissee 1K 2026 memperlihatkan bagaimana tradisi Iduladha kini mulai bergeser menjadi perpaduan antara syiar keagamaan, promosi ekonomi rakyat, dan pengembangan wisata daerah berbasis budaya lokal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.