Kalaksa BPBD Jatim Digembleng Mitigasi Bencana Nasional

oleh -33 Dilihat
oleh
Kalaksa BPBD Jatim Digembleng Mitigasi Bencana Nasional
Kalaksa BPBD Jatim Rampungkan SDMT Bareng 67 Kalaksa se-Indonesia
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menuntaskan Senior Disaster Management Training (SDMT) angkatan ke-3 yang digelar BNPB selama 12 hari di Pusdiklat Penanggulangan Bencana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelatihan yang berlangsung sejak 4 hingga 16 Mei 2026 itu diikuti 68 Kalaksa BPBD provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia.

Program peningkatan kapasitas tersebut dibuka langsung Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto dan ditutup Sekretaris Utama BNPB Dr Rustian. Dalam forum itu, BNPB kembali menegaskan tingginya ancaman bencana di Indonesia yang disebut masuk empat besar negara dengan paparan bencana tertinggi di dunia.

Suharyanto mengingatkan predikat Indonesia sebagai “laboratorium bencana” bukan kebanggaan, melainkan alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan agar memperkuat kesiapsiagaan dan ketepatan pengambilan keputusan saat kondisi darurat.

Selama pelatihan, peserta mendapat materi strategis mulai dari sistem penanggulangan bencana, kepemimpinan krisis, manajemen komunikasi kebencanaan, rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga pengelolaan logistik serta gladi posko. Agenda itu juga menjadi ruang evaluasi pola koordinasi lintas sektor yang selama ini dinilai masih kerap menjadi titik lemah saat penanganan bencana di daerah.

Gatot Soebroto menyebut SDMT menjadi momentum penting untuk mengulas ulang pola mitigasi dan respons bencana di Jawa Timur. Salah satu perhatian utama muncul saat peserta meninjau pengolahan sampah pascabencana di TPS Cijantung, Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau teknologi Motah atau Mesin Olah Runtah yang diklaim mampu mengolah sampah pascabencana tanpa listrik dan bahan bakar, dengan tingkat emisi asap rendah.

“Teknologi ini bagus dan efisien. Sudah kami laporkan kepada Ibu Gubernur dan rencananya akan diuji coba di Kabupaten Tuban,” ujar Gatot.

Ia menegaskan tantangan kebencanaan ke depan tidak bisa ditangani pemerintah semata. Menurutnya, penguatan jejaring kemitraan dan kolaborasi masyarakat menjadi faktor krusial dalam mempercepat respons dan pemulihan saat bencana terjadi.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.