Kafe Bromo Usung 55 Menu Khas Jawa Timur

oleh -88 Dilihat
oleh
Kafe Bromo Usung 55 Menu Khas Jawa Timur
Kafe Bromo, restoran legendaris di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, memasuki babak baru.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Kafe Bromo di Sheraton Surabaya Hotel & Towers membuka babak baru dengan mengusung identitas “The Soul of East Java”. Transformasi ini ditandai dengan penyajian sekitar 55 menu yang merepresentasikan kekayaan kuliner dan warisan budaya Jawa Timur.

Konsep baru tersebut tidak sekadar menyasar pembaruan tampilan restoran, tetapi juga menempatkan kuliner khas Jawa Timur sebagai identitas utama. Kafe Bromo mencoba mengemas beragam resep tradisional dengan teknik pengolahan modern dan standar layanan hotel internasional.

Multi-Property General Manager Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Reza Aryawarman, menyebut transformasi tersebut sebagai bagian dari perjalanan baru Kafe Bromo yang telah hadir selama lebih dari tiga dekade.

Menurutnya, identitas baru itu diarahkan untuk semakin mencerminkan karakter Jawa Timur sekaligus menghadirkan pengalaman kuliner yang autentik dan berkualitas.

Dari sisi konsep, sekitar 55 menu yang disiapkan Kafe Bromo mengacu pada gagasan “lima dimensi cita rasa dan lima ekspresi warisan kuliner”. Sajian tersebut merepresentasikan keberagaman rasa, tradisi, teknik, bahan, serta cerita yang membentuk identitas kuliner Jawa Timur.

Tamu juga diajak menjelajahi lima kawasan budaya kuliner, yakni Mataraman, Arek, Tapal Kuda, Pesisir Pantura, dan Madura. Pembagian tersebut memperlihatkan upaya Kafe Bromo memetakan keragaman kuliner Jawa Timur dalam satu pengalaman bersantap.

Sejumlah menu yang menjadi signature antara lain Rujak Cingur, Pecel Madiun, Rawon Surabaya, Ayam Lodho Trenggalek, Bebek Madura, serta jajanan tradisional seperti Wingko Brulee.

Executive Chef Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Husain Shahab, menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan bukan sekadar mempertahankan resep tradisional. Resep tersebut diinterpretasikan kembali menggunakan teknik memasak modern dengan tetap mempertahankan karakter asli makanan.

Rujak Cingur menjadi salah satu contoh. Cingur sapi diolah secara perlahan agar menghasilkan tekstur lembut, sementara bumbu petis menggunakan sejumlah bahan seperti kacang tanah, gula merah, cabai, bawang putih dan pisang klutuk.

Penggunaan bahan dari petani, produsen, dan pemasok lokal Jawa Timur juga menjadi bagian dari konsep tersebut. Dengan demikian, narasi “The Soul of East Java” tidak hanya dibangun melalui nama menu, tetapi juga dikaitkan dengan rantai pasok produk lokal.

Dari sisi identitas visual, Kafe Bromo turut memperkenalkan logo baru yang terinspirasi bunga Edelweis. Elemen tersebut dipadukan dengan simbol Gunung Bromo dan sembilan gunung lainnya di Jawa Timur, sementara bentuk segitiga mengambil inspirasi dari siluet Kayon dalam pewayangan.

Pengalaman menikmati sekitar 55 variasi menu tersebut ditawarkan mulai Rp528.000++ per orang. Pada periode peluncuran, Kafe Bromo juga menghadirkan program promosi Buy 1 Get 1.

Transformasi ini sekaligus menempatkan Kafe Bromo pada persimpangan antara pelestarian kuliner tradisional dan komersialisasi gastronomi modern. Tantangannya bukan hanya menghadirkan banyak menu, tetapi memastikan identitas kuliner Jawa Timur tetap terjaga ketika resep tradisional dibawa ke segmen restoran hotel berstandar internasional.

Kafe Bromo menyatakan konsep “The Soul of East Java” ditujukan agar pengunjung tidak sekadar menikmati makanan, tetapi juga mengenal keberagaman rasa, budaya, dan cerita yang membentuk identitas kuliner Jawa Timur.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.