Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya.

oleh -23 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261014-WA0008

PALANGKA RAYA, Garudasatunews.id — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, hingga Selasa (13/10/2026). Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kualitas udara memburuk, sementara kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah dan berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.

Berdasarkan laporan pada 13 Oktober, data Kementerian Lingkungan Hidup yang diperbarui pukul 13.17 WIB mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di stasiun Palangka Raya, Jekan Raya, mencapai 4.055 dengan PM2.5 sebagai parameter pencemar utama. Angka tersebut berada jauh di atas ambang kategori berbahaya, yakni ISPU lebih dari 300.

Sementara itu, bahwa sejak penetapan status siaga darurat pada 1 Juni hingga 8 Oktober 2026, karhutla di Palangka Raya telah mencapai luas 1.407,75 hektare dalam 832 kejadian kebakaran. Pemerintah Kota Palangka Raya juga memperpanjang status tanggap darurat hingga 9 November 2026 untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran.

Ancaman ini tidak hanya berdampak pada lingkungan. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya sebelumnya mencatat 10.240 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode kabut asap sejak awal Juni hingga awal Oktober 2026.

Di tingkat provinsi, laporan BPB-PK Kalimantan Tengah yang dirilis 12 Oktober menyebutkan terdapat 3.908 titik panas berdasarkan data BRIN dan Sipongi, serta 62 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar 64,82 hektare dalam periode 24 jam yang dilaporkan. BMKG juga mendeteksi sebaran asap di sebagian besar wilayah Kalimantan berdasarkan pengamatan satelit. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.