
Sumenep,garudasatunews.id –Awal 2026 di Sumenep tak ditandai dengan gebrakan, melainkan bisik-bisik yang berulang seperti kaset rusak.
Di kutip dari laman “news9.id”
Kapan mutasi? Kapan Sekda definitif? Kenapa Bupati jarang terlihat di Sumenep?
Tiga pertanyaan itu tak lagi eksklusif milik warung kopi.
Kabar itu beredar di lorong kantor, ruang rapat, grup WhatsApp ASN, hingga meja redaksi wartawan. Pertanyaan sederhana, tapi jawabannya nihil.
Wajar bila publik bertanya. Sejak Achmad Fauzi Wongsojudo memasuki periode keduanya, rotasi ASN tak kunjung tiba.
Sejumlah pejabat eselon telah purna, meninggalkan kursi-kursi strategis kosong atau sekadar diisi Pelaksana Tugas jabatan darurat yang terlalu lama dinormalisasi.
Pemkab Sumenep di awal 2026 terasa gelap bukan karena mendung, bukan pula karena listrik padam namun gelap karena arah kehilangan tanda. Birokrasi berjalan seperti lorong panjang tanpa jendela.(syarif)















