KA Dhoho Tabrak Pemotor, Satu Tewas di Kediri

oleh -52 Dilihat
oleh
KA Dhoho Tabrak Pemotor, Satu Tewas di Kediri
KA Dhoho Tabrak Pemotor, Satu Tewas di Kediri
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan Kereta Api (KA) Dhoho di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Selasa (21/7/2026) petang. Peristiwa tersebut kini ditangani aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, korban berinisial MS, warga Kecamatan Kras, mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 3513 EAC dari arah barat menuju timur. Saat melintasi rel kereta api, korban diduga memasuki perlintasan ketika KA Dhoho relasi Surabaya–Malang sedang melintas sehingga terjadi benturan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota, Ipda Suhendra, mengatakan korban mengalami luka berat akibat insiden tersebut. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Korban mengalami luka parah dan sempat menjalani penanganan medis di rumah sakit. Setelah dilakukan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Ipda Suhendra.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan awal mengarah pada faktor kurangnya kehati-hatian saat melintasi perlintasan sebidang, namun penyebab pasti menunggu hasil penyelidikan.

Secara terpisah, Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, masinis segera melaporkan kejadian kepada petugas sesuai prosedur keselamatan operasional yang berlaku.

Sebagai bagian dari standar operasional, KA Dhoho melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) guna memastikan kondisi rangkaian kereta tetap aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.

“Kereta berhenti luar biasa untuk dilakukan pemeriksaan rangkaian guna memastikan kondisi sarana tetap aman sebelum perjalanan dilanjutkan,” kata Tohari.

Akibat kejadian itu, perjalanan KA 406 Commuter Line Dhoho mengalami keterlambatan sekitar sembilan menit. PT KAI Daop 7 Madiun memastikan tidak ditemukan kerusakan pada prasarana jalur kereta api sehingga operasional perjalanan berikutnya dapat kembali berlangsung normal.

PT KAI juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang belum dilengkapi palang pintu. Pengguna jalan diminta mematuhi ketentuan keselamatan dengan berhenti, memperhatikan kondisi sekitar, serta mendahulukan perjalanan kereta api sebelum melintas.

“Kami turut menyampaikan keprihatinan atas peristiwa ini. Masyarakat diharapkan tidak menggunakan perlintasan liar yang tidak memiliki fasilitas keselamatan serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel kereta api,” ujar Tohari.

Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan di perlintasan sebidang. Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan belum terdapat informasi resmi yang menyatakan adanya faktor lain sebagai penyebab kecelakaan selain dugaan awal yang masih didalami aparat berwenang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.