Judul : Media Asing Reuters Soroti Purbaya Dicopot, Dirjen Bea Cukai Lapor Presiden Soal Rotasi Pejabat

oleh -84 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id — Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya. Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026.

Pergantian tersebut berlangsung di tengah pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Berdasarkan laporan Reuters ” Indonesia finance minister ousted after clash with Prabowo’s ex-army colleague, sources say” pada 16 September 2026 yang mengutip tiga sumber pemerintah, salah satu faktor yang disebut melatarbelakangi pencopotan Purbaya adalah perselisihan internal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), khususnya terkait perombakan atau rotasi ratusan pejabat.

Persoalan Rotasi Pejabat
Menurut sumber Reuters, persoalan tersebut melibatkan Purbaya dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama serta Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.

Rotasi pejabat disebut terutama menyangkut lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Djaka dan Bimo disebut keberatan karena merasa tidak dilibatkan secara memadai dalam proses pengambilan keputusan terkait rotasi tersebut.
Salah satu sumber Reuters menyebut Djaka kemudian menyampaikan keberatannya langsung kepada Presiden Prabowo.

Djaka dan Bimo secara struktural berada di bawah Menteri Keuangan. Namun, menurut salah satu sumber yang dikutip Reuters, keduanya merupakan pejabat yang dipilih oleh Prabowo.

Djaka sebelumnya pernah menjadi bagian dari satuan pasukan khusus yang pernah dipimpin Prabowo ketika masih berdinas di militer. Djaka membantah adanya konflik yang menjadi penyebab pencopotan Purbaya. Sementara itu, Bimo dan kantor kepresidenan tidak memberikan tanggapan kepada Reuters.

Memuncak Setelah Pelantikan Ratusan Pejabat :
Perselisihan tersebut disebut memuncak setelah acara pelantikan dan pengukuhan ratusan pejabat Kemenkeu pada Kamis, 10 September 2026.

Dalam acara tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa proses rotasi dilakukan berdasarkan penilaian profesional dan melalui konsultasi dengan pejabat terkait.

Dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Djaka kemudian menyampaikan keberatannya kepada Prabowo pada Jumat, 11 September 2026, sebelum Presiden bertolak ke India untuk menghadiri KTT BRICS.

Prabowo kembali ke Jakarta pada Senin, 14 September 2026. Pada hari yang sama, Purbaya disebut menerima informasi mengenai pencopotannya melalui sambungan telepon dari juru bicara Presiden ketika dirinya tengah mengikuti rapat bersama DPR terkait pembahasan Rancangan APBN (RAPBN) 2027, menurut salah satu sumber Reuters.

Sehari kemudian, Purbaya mengatakan bahwa persoalan perombakan internal di Kemenkeu turut berperan dalam pencopotannya. Namun, ia tidak mengungkapkan secara rinci persoalan yang dimaksud. Reuters juga melaporkan bahwa Purbaya mengaku kecewa dengan pencopotan tersebut, meski sebelumnya telah memperkirakan kemungkinan dirinya diberhentikan.

Ada Perbedaan Pandangan soal Restitusi Pajak :
Persoalan internal di Kemenkeu yang dilaporkan Reuters tidak hanya berkaitan dengan rotasi pejabat.

Menurut salah satu sumber Reuters, Purbaya dan Bimo juga memiliki perbedaan pandangan mengenai restitusi pajak.
Bimo disebut mendukung pembayaran restitusi secara tepat waktu. Sementara Purbaya disebut lebih berhati-hati dengan meminta proses pengembalian dana memastikan terlebih dahulu bahwa klaim perusahaan telah diperiksa secara memadai, dengan tujuan mencegah kebocoran penerimaan negara.

Setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, Suahasil menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah keputusan pengangkatan pejabat di lingkungan Kemenkeu.

Dalam pesan kepada pejabat senior Kemenkeu yang dilihat Reuters, Suahasil disebut telah menyarankan agar pelantikan sejumlah pejabat ditunda sampai keberatan dari pimpinan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diselesaikan.

Kantor Bea dan Cukai kemudian menyatakan masih menunggu arahan Menteri Keuangan yang baru terkait pengangkatan pejabat tersebut.

Purbaya Sebelumnya Juga Berbeda Pandangan dengan Sejumlah Pejabat
Perselisihan di lingkungan Kemenkeu bukan satu-satunya perbedaan pandangan yang pernah muncul selama Purbaya menjabat Menteri Keuangan.

Reuters sebelumnya melaporkan adanya perbedaan pandangan antara Purbaya dan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Perry Warjiyo, mengenai kebijakan penempatan dana pemerintah pada bank-bank BUMN untuk mendorong penyaluran kredit.

Purbaya juga pernah berbeda pandangan dengan Kepala Danantara Rosan Roeslani terkait rencana penggunaan laba badan pengelola investasi tersebut.
Purbaya sebelumnya menyebut Danantara akan mentransfer Rp120 triliun atau sekitar US$6,8 miliar dari laba untuk membantu memenuhi target defisit fiskal tahun berjalan. Rosan kemudian mengatakan belum ada pembahasan mengenai rencana tersebut.

Suahasil Hadapi Tugas Menjaga Keuangan Negara :
Pergantian Menteri Keuangan secara resmi telah berlangsung. Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.

Sehari setelah pelantikan, Selasa, 15 September 2026, dilakukan serah terima jabatan Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Usai dilantik, Suahasil menegaskan komitmennya untuk menjaga keuangan negara serta memastikan APBN tetap menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

Kini, Suahasil menghadapi sejumlah pekerjaan penting, termasuk evaluasi terhadap kebijakan dan penempatan pejabat di lingkungan Kemenkeu serta memastikan kredibilitas pengelolaan fiskal tetap terjaga. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.