JMSI Kritik Kebijakan Seni Budaya Bondowoso

oleh -71 Dilihat
JMSI Kritik Kebijakan Seni Budaya Bondowoso
Kanan, Ketua JMSI Bondowoso, Bahrullah dan Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan. (JMSI Bondowoso)
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bondowoso melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan seni dan budaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Talkshow Seni dan Budaya Lokal Menuju Panggung Global, Jumat malam (6/2/2026), di aula SKB Bondowoso.

Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, menyebut kritik tersebut sebagai “jamu sehat” yang pahit namun dibutuhkan untuk mendorong perbaikan kebijakan seni dan budaya agar tidak stagnan dan lebih berpihak pada pelaku seni.

Ketua JMSI Bondowoso, Bahrullah, menilai pengembangan seni dan budaya di Bondowoso masih tertinggal dibanding sektor lain, khususnya dalam konteks Ijen UNESCO Global Geopark. Ia menyoroti ketimpangan antara pengelolaan geosite, biosite, dan culture-site.

Menurutnya, wisata Bondowoso masih identik dengan fenomena blue fire, sementara seni budaya lokal seperti Singo Ulung dan Topeng Konah belum mendapat perhatian memadai.

JMSI menghadirkan ratusan pelaku seni dan pemangku kebijakan dalam forum tersebut untuk mendorong komitmen bersama agar seni dan budaya Bondowoso memiliki ruang pengembangan yang jelas dan berkelanjutan.

Bahrullah menegaskan, seni dan budaya merupakan identitas daerah sekaligus potensi ekonomi. Hasil forum tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dan diusulkan masuk dalam peraturan bupati, khususnya terkait perlindungan dan pemberdayaan ekonomi pelaku seni budaya.

Gede Budiawan mengakui pembangunan seni dan budaya Bondowoso belum optimal. Ia menyebut, saat ini baru Ijen Geopark yang berada di level global, sementara seni budaya masih di tingkat nasional, meski beberapa telah mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Ia menilai tantangan utama ke depan adalah regenerasi pelaku seni melalui keterlibatan generasi muda dan penguatan sinergi lintas sektor, terutama dengan dunia pendidikan.

Pemerintah daerah mengapresiasi peran JMSI Bondowoso dan berharap kritik yang disampaikan menjadi dasar perbaikan kebijakan seni dan budaya di Bondowoso.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.