Jip Bromo Rem Blong, Dua Orang Tewas

oleh -65 Dilihat
oleh
Jip Bromo Rem Blong, Dua Orang Tewas
Tragedi maut yang merenggut nyawa kembali terjadi di jalur ekstrem menuju kawasan wisata internasional Gunung Bromo pada Jumat pagi.
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur wisata menuju Gunung Bromo. Sebuah kendaraan jip wisata diduga mengalami rem blong saat melintasi tikungan Leter S di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat (29/5/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka ringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan Toyota Hardtop bernomor polisi BG-1478-EF itu melaju dari kawasan Penanjakan menuju Lautan Pasir dengan membawa lima orang penumpang. Saat memasuki jalur turunan yang dikenal ekstrem dan rawan kecelakaan, kendaraan diduga kehilangan fungsi pengereman hingga akhirnya menghantam dinding tanah pembatas jalan dan terbalik.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengatakan dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman kendaraan yang tidak berfungsi optimal saat melintasi medan curam.

“Semula kendaraan Toyota Hardtop bernopol BG-1478-EF berjalan dari arah Penanjakan ke Lautan Pasir, namun sesampainya di TKP diduga mengalami rem blong. Dugaan awal pengemudi kurang mengontrol kondisi kelaikan fungsi hidrolik roda sebelum berjalan,” ujar Joko, Jumat (29/5/2026).

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi kendaraan bernama Muhammad Sonif (53), warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka berat. Korban kedua, Yolanda Wahyu Anggraeni (27), warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Sukapura.

Sementara itu, tiga penumpang lainnya berhasil selamat dengan mengalami luka ringan. Mereka adalah Serda Fardan Rasid, anggota TNI AU, serta dua mahasiswi asal Sumatera Utara, Zaimah Hani dan Futri Nadira Nofasari. Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis.

Petugas kepolisian bersama tim gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang mengalami kerusakan berat, termasuk patahnya as roda depan. Proses evakuasi dilakukan untuk menghindari gangguan arus kendaraan wisata di jalur utama menuju kawasan Bromo.

“Untuk korban luka saat ini sudah mendapatkan perawatan, sedangkan kendaraan yang ringsek dengan taksiran kerugian Rp10 juta telah kami amankan. Sementara petugas masih akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki lebih lanjut kegagalan fungsi rem,” tambah Joko.

Peristiwa ini kembali menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata di kawasan Bromo yang memiliki karakteristik jalan menanjak dan menurun dengan tingkat risiko tinggi. Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri kondisi teknis kendaraan sebelum beroperasi. Aparat juga mengimbau seluruh operator jasa transportasi wisata agar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengereman dan kelayakan armada sebelum digunakan mengangkut wisatawan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.