SURABAYA, Garudasatunews.id – Kiprah Murbianto Adhi Wibowo di lingkungan militer dan intelijen terbilang mencolok. Perwira tinggi TNI AD itu tercatat pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Asops Kasdam XVII/Cenderawasih pada 2021 hingga Agen Intelijen Ahli Madya di Direktorat Kontra Separatisme dan Konflik Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN, sebelum akhirnya menjabat sebagai Kabinda Jawa Timur.
Langkah Murbianto terjun ke dunia esport memunculkan perhatian tersendiri. Berbekal latar belakang militer, lulusan Akmil 1995 itu mengambil peran sebagai Ketua Esport Indonesia (ESI) Jawa Timur selama dua periode hingga 2029. Keputusan ini dinilai berani mengingat esport baru diakui secara resmi oleh pemerintah pada 2020 dan masih menghadapi berbagai tantangan struktural.
Dalam perjalanannya, Murbianto dihadapkan pada persoalan mendasar, yakni memetakan dan menyatukan potensi atlet esport di Jawa Timur yang tersebar dan belum sepenuhnya terorganisir. Ia menekankan pentingnya pembangunan ekosistem yang tidak hanya bertumbuh, tetapi juga sehat, berprestasi, dan berkelanjutan.
“Jawa Timur memiliki talenta besar dan komunitas aktif. Namun tantangan utamanya adalah memastikan pertumbuhan esport berjalan sehat dan berkelanjutan,” ujarnya usai menerima penghargaan tokoh penggerak ekosistem esport dalam peringatan HUT ke-20 di Grand City Convention Hall, Selasa (21/4/2026).
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Murbianto mengandalkan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Ia mengklaim telah menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KONI Jatim, pemerintah daerah, institusi pendidikan, hingga pelaku industri kreatif dan media.
Namun, dinamika kolaborasi tidak luput dari kendala. Murbianto mengakui adanya perbedaan kepentingan antar pihak, meski ia menegaskan kesamaan visi menjadi kunci keberlanjutan kerja sama. “Kemajuan esport tidak bisa dibangun sendiri. Diperlukan sinergi semua pihak agar ekosistem ini tumbuh kuat,” tegasnya.
Penghargaan yang diterimanya disebut bukan sebagai titik akhir. Ia menargetkan penguatan pembinaan atlet, perluasan jaringan kolaborasi di daerah, serta integrasi esport dengan sektor pendidikan dan industri kreatif. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan esport tidak sekadar menjadi tren, tetapi bagian dari pembangunan sumber daya manusia digital di Jawa Timur.
Meski demikian, pengawasan terhadap implementasi program dan konsistensi pembinaan menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab. Publik kini menunggu realisasi konkret dari visi besar yang diusung kepemimpinan Murbianto dalam membawa esport Jawa Timur ke arah yang lebih profesional dan berdaya saing.
(Red-Garudasatunews)











