Jembatan Ambruk, TNI Kebut Akses Warga Banyuwangi

oleh -49 Dilihat
oleh
Jembatan Ambruk, TNI Kebut Akses Warga Banyuwangi
Proses pembangunan jembatan gantung di banyuwangi.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – TNI AD melalui Kodim 0825 Banyuwangi mempercepat pembangunan jembatan gantung Perintis Garuda di Desa Songgon sebagai respons atas putusnya akses vital warga akibat jembatan beton yang ambruk diterjang banjir bandang pada 2025 lalu. Proyek ini menjadi sorotan karena menyangkut kebutuhan dasar mobilitas masyarakat yang sempat terabaikan.

Jembatan sepanjang 45 meter tersebut dibangun di atas Sungai Binau, menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Gumuk Candi. Selama jembatan permanen belum tersedia, warga terpaksa menggunakan jembatan darurat berbahan bambu yang dinilai rawan dan membahayakan keselamatan.

Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, menegaskan pembangunan ini difokuskan pada wilayah yang paling terdampak dan belum tersentuh infrastruktur memadai.

“Adanya jembatan gantung ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas ekonomi warga, sekaligus akses pendidikan dan layanan kesehatan,” ujarnya saat peletakan batu pertama, Senin (30/3/2026).

Selain sebagai solusi jangka pendek, proyek ini juga menjadi bagian dari program lebih luas dengan target pembangunan 12 jembatan gantung di berbagai titik rawan keterisolasian. Namun, realisasi program tersebut masih bergantung pada persetujuan dan dukungan dari tingkat komando yang lebih tinggi.

“Target kami ada 12 jembatan Perintis Garuda yang sudah kami ajukan. Nanti secara bertahap akan dibangun di titik yang membutuhkan,” jelasnya.

Jembatan dengan lebar 1,6 meter ini dirancang dapat dilalui kendaraan roda dua untuk mendukung distribusi hasil pertanian warga. Proyek ditargetkan rampung pada akhir April, namun percepatan pembangunan menjadi krusial mengingat kebutuhan akses yang mendesak.

Di sisi lain, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi keterlibatan TNI dalam percepatan pembangunan infrastruktur, yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Ini wujud kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga desa dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi sebelumnya yang memaksa warga menggunakan jembatan darurat menimbulkan pertanyaan terkait kecepatan respons dan prioritas penanganan infrastruktur pascabencana. Proyek jembatan ini kini menjadi ujian nyata sinergi antar lembaga dalam memastikan akses publik tidak kembali terputus.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.