Jemaah Haji Diminta Waspadai Komorbid dan Kelelahan

oleh -20 Dilihat
oleh
Jemaah Haji Diminta Waspadai Komorbid dan Kelelahan
Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah PPIH Arab Saudi Edi Supriyatna.
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperingatkan jemaah haji Indonesia agar disiplin mengendalikan penyakit penyerta (komorbid) dan tidak memaksakan aktivitas fisik menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Imbauan itu disampaikan menyusul tingginya risiko gangguan kesehatan di tengah cuaca ekstrem Kota Suci Makkah yang mencapai 40 derajat Celsius.

Laporan Media Center Haji (MCH) Kemenag RI dari Arab Saudi mencatat hingga Minggu (10/5/2026), sebanyak 125.243 jemaah Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Kondisi suhu tinggi dan aktivitas ibadah padat disebut menjadi faktor yang berpotensi memicu kelelahan hingga memperparah penyakit bawaan jemaah.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, menegaskan jemaah harus mampu mengukur kemampuan fisik dan tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas sunnah secara berlebihan.

“Harapannya kita menyesuaikan dengan situasi di sini. Artinya, jangan memaksa tenaga sampai kita lelah. Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik,” ujar Edi di Makkah, Minggu (10/5/2026).

PPIH memberikan perhatian khusus terhadap jemaah Gelombang II yang baru tiba melalui Jeddah. Tim kesehatan melakukan pemantauan ketat terhadap penyakit bawaan seperti hipertensi, jantung, dan diabetes guna mencegah kondisi kesehatan memburuk selama menjalani rangkaian ibadah.

Menurut Edi, kedisiplinan mengonsumsi obat sesuai resep dokter dan menjaga pola istirahat menjadi langkah utama untuk menekan risiko kambuhnya komorbid akibat kelelahan perjalanan panjang serta perubahan cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Sementara itu, jemaah Gelombang I yang telah bergeser dari Madinah ke Makkah juga dinilai masih rentan mengalami gangguan kesehatan. Aktivitas padat selama sembilan hari di Kota Nabi disebut menguras stamina, meski sebagian jemaah mulai beradaptasi dengan lingkungan setempat.

Edi mengungkapkan perbedaan suhu yang tajam dan udara kering di Makkah berpotensi memicu dehidrasi akut hingga kelelahan kronis. Hingga saat ini, jumlah jemaah wafat tercatat mencapai 23 orang dengan mayoritas disebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung dan radang paru-paru yang diperberat kondisi kelelahan fisik.

PPIH pun meminta seluruh jemaah menjaga keseimbangan antara aktivitas ibadah dan waktu pemulihan stamina. Jemaah diimbau rutin mengonsumsi air putih tanpa menunggu rasa haus serta mengurangi aktivitas di luar hotel pada jam rawan panas antara pukul 11.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi.

Langkah preventif tersebut dinilai menjadi kunci agar jemaah tetap dalam kondisi prima saat memasuki puncak pelaksanaan ibadah haji yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.