Jatim Gandeng Jepang Optimalkan Drone Mitigasi Bencana

oleh -124 Dilihat
Jatim Gandeng Jepang Optimalkan Drone Mitigasi Bencana
Pemprov Jatim Kolaborasi Optimalkan Drone untuk Mitigasi Bencana (Foto: Istimewa)
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id — Tingginya potensi bencana di Jawa Timur menarik perhatian kalangan akademisi Jepang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun membuka kolaborasi internasional untuk mengoptimalkan pemanfaatan drone dalam mitigasi bencana.

Rencana tersebut mengemuka saat Tim Riset Chiba Institute of Science (CIS) Jepang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Brida Jatim melakukan kunjungan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim.

Kedatangan rombongan disambut langsung Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto beserta jajaran pejabat eselon III. Dalam kesempatan itu, BPBD Jatim memaparkan penggunaan drone dan teknologi mikro tremor yang selama ini dimanfaatkan untuk survei pergerakan tanah di berbagai wilayah rawan bencana.

“Kami terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan drone untuk mendukung mitigasi bencana,” ujar Gatot di Surabaya, Selasa (20/1/2026).

BPBD Jatim juga memperkenalkan sistem pemantauan potensi bencana melalui Pusdalops, mobil BPBD One, serta berbagai sarana edukasi kebencanaan, seperti Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), simulator gempa, dan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina).

Perwakilan CIS Jepang, Dr. Hitoshi Igharasi, mengapresiasi kelengkapan peralatan, kecanggihan teknologi, serta kuatnya program edukasi kebencanaan yang dimiliki BPBD Jatim. Menurutnya, upaya edukasi kepada masyarakat di Jawa Timur tergolong sangat maju.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, Yanuar Farida Wismayanti. Ia menyebut kunjungan tersebut membuka peluang besar untuk kolaborasi riset jalur drone mitigasi bencana.

Ke depan, riset bersama CIS Jepang, Universitas Budi Luhur, dan Pemprov Jatim direncanakan dilakukan di kawasan rawan bencana, seperti Cangar Pacet, Kabupaten Mojokerto, serta kawasan Tahura R. Soerjo.

“BPBD Jatim memiliki command center yang canggih dan pembelajaran kebencanaan yang sangat baik. Ini menjadi modal kuat untuk kolaborasi riset,” ujarnya.

Sementara itu, Gatot Soebroto menyambut baik rencana riset tersebut, khususnya untuk kawasan rawan longsor dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tahura R. Soerjo.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di Jawa Timur,” pungkasnya.

Rombongan CIS Jepang di antaranya Dr. Hitoshi Igharasi, Dr. Masato Ebine, dan Shuri Nemoto. Dari BRIN hadir Yanuar Farida Wismayanti, serta perwakilan perusahaan IT Jepang Trajectory, Kenji Koseki dan Uda Markoto. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.