Jatim Bidik Juara LKS Nasional Keempat Beruntun

oleh -25 Dilihat
oleh
Jatim Bidik Juara LKS Nasional Keempat Beruntun
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur membidik gelar juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026. Ambisi mempertahankan dominasi tersebut kini diiringi percepatan persiapan terhadap 46 kontingen yang akan mewakili Jawa Timur pada kompetisi tingkat nasional itu.

LKS Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus dengan skema pelaksanaan gabungan daring dan luring. Kontingen Jawa Timur akan bertanding pada 37 bidang lomba serta satu bidang eksibisi yang menjadi bagian dari agenda pengembangan kompetensi vokasi nasional.

Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan posisi puncak tidak dapat dicapai tanpa kesiapan menyeluruh. Karena itu, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pembentukan ruang kendali hingga pelaksanaan simulasi secara berkala guna memantau kesiapan peserta.

“Kompetitor kita di DKI dan Jawa Tengah melirik Jawa Timur yang masih konsisten di peringkat satu. Kita buktikkan dengan kerja keras yang lebih lagi,” kata Aries, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Aries, aspek mental dan disiplin menjadi perhatian utama menjelang pelaksanaan kompetisi. Ia meminta kepala sekolah dan guru pembimbing memastikan kondisi psikologis peserta benar-benar siap menghadapi persaingan ketat yang diprediksi berlangsung sengit.

“Saya pesankan kepada kepala sekolah agar mengecek kembali mental dan disiplin para kontingen. Karena ini modal utama. Kalau tidak terukur, saya yakin saat bertanding akan kalah,” ujarnya.

Selain mempertahankan gelar juara umum, Dindik Jawa Timur juga memasang target perolehan lebih dari 20 medali emas. Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi agar mampu bersaing hingga level internasional.

Aries menegaskan bahwa orientasi pembinaan tidak berhenti pada LKS Nasional. Menurutnya, pencapaian yang lebih besar harus diarahkan pada ajang kompetensi dunia.

“Saya berharap tujuan utamanya bukan hanya LKS Nasional, tapi World Skills. Kalau ukurannya World Skills, maka LKS Nasional akan terlewati,” tegasnya.

Di tingkat satuan pendidikan, kesiapan menghadapi LKS Nasional juga dilakukan secara intensif. SMK Telkom Malang, misalnya, mengirimkan dua peserta untuk bidang keamanan siber dan solusi perangkat lunak.

Kepala SMK Telkom Malang, Rahmat Dwi Djatmiko, mengatakan penguatan kompetensi dilakukan melalui kolaborasi dengan dunia industri serta alumni yang pernah meraih prestasi pada ajang serupa.

“Persiapan diperkuat dengan industri dan alumni yang pernah juara. Kami juga menjadwalkan pelatihan rutin setiap hari,” kata Rahmat.

Selain penguatan kemampuan teknis, sekolah juga memberikan pembinaan nonteknis guna menjaga stabilitas mental peserta selama masa persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

“Siswa dibuat lebih santai bersama pembimbing untuk persiapan nonteknis,” tuturnya.

Rahmat mengungkapkan bahwa persaingan pada bidang teknologi informasi diperkirakan datang dari sejumlah sekolah unggulan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Untuk mengukur kesiapan sekaligus memetakan kekuatan lawan, peserta terus diikutsertakan dalam berbagai ajang simulasi dan kompetisi.

“Kalau ada kompetisi, kami selalu ikut untuk melihat kekuatan lawan,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.