Jalan Wonoanti–Nglaran Rusak, Pemerintah Disorot

oleh -52 Dilihat
oleh
Jalan Wonoanti–Nglaran Rusak, Pemerintah Disorot
Anak Sekolah berkendara melewati jalan rusak
banner 468x60

PACITAN, Garudasatunews.id – Kerusakan parah jalan kabupaten penghubung Desa Wonoanti, Desa Nglaran, hingga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, memicu keluhan warga dan pengguna jalan. Hingga awal Mei 2026, jalur vital tersebut dilaporkan belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.

Pantauan di lapangan menunjukkan lapisan aspal di sejumlah titik telah mengelupas, menyisakan batu kerikil yang berserakan di badan jalan. Kondisi ini diperparah dengan munculnya lubang-lubang besar yang menganga dan berpotensi membahayakan pengendara.

Kerusakan terparah disebut membentang sekitar satu kilometer. Minimnya perbaikan memunculkan pertanyaan publik terkait prioritas pemeliharaan infrastruktur di wilayah tersebut, mengingat jalur ini menjadi akses utama mobilitas warga.

Seorang pengendara, Wisnu, mengungkapkan kondisi jalan terus mengalami penurunan kualitas dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai situasi saat ini sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

“Sekarang makin parah. Tidak hanya motor, mobil juga harus ekstra hati-hati. Ini termasuk yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Keluhan serupa disampaikan warga setempat, Mawan. Ia menyebut upaya perbaikan swadaya yang sebelumnya rutin dilakukan warga kini tidak lagi efektif karena tingkat kerusakan yang semakin berat.

“Dulu masih bisa ditambal swadaya, tapi sekarang sudah terlalu parah. Sulit kalau hanya mengandalkan warga,” katanya.

Kondisi ini mengindikasikan adanya ketergantungan pada inisiatif masyarakat tanpa dukungan optimal dari pemerintah daerah. Padahal, jalan tersebut berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi barang, serta akses pendidikan bagi warga sekitar.

Warga mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh. Selain untuk memperlancar mobilitas, langkah tersebut dinilai mendesak guna menekan potensi kecelakaan yang kian meningkat akibat kerusakan jalan.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan diperkirakan akan meluas dan memperburuk kondisi infrastruktur, sekaligus memperbesar risiko keselamatan bagi pengguna jalan di kawasan tersebut. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.