BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Bambang Sutriyono, mendesak pemerintah pusat segera melakukan perbaikan total ruas jalan nasional Bojonegoro–Ngawi. Ia menilai kerusakan jalan sudah berada pada level membahayakan nyawa, sementara penanganan tambal sulam selama ini hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil nyata.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, kondisi jalan penghubung dua kabupaten tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat. Ratusan lubang dengan kedalaman dan lebar bervariasi tersebar di sepanjang jalur, dan semakin parah saat musim hujan karena aspal tambalan cepat tergerus.
“Lubangnya ratusan, ada yang lebar dan dalam. Ini bukan sekadar tidak nyaman, tapi sudah mengancam keselamatan pengguna jalan,” tegas Bambang, Jumat (30/1/2026).
Akibat kondisi tersebut, banyak pengendara mengalami kerusakan kendaraan, mulai dari ban pecah hingga suspensi jebol. Bahkan, kecelakaan tunggal kerap terjadi ketika pengendara menghindari lubang atau terperosok karena lubang tertutup genangan air.
“Kalau dibiarkan, korban akan terus bertambah. Ini jalan nasional, tapi kondisinya seperti jebakan maut,” ujarnya.
Bambang meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh dengan standar kualitas yang tinggi agar tidak kembali rusak dalam waktu singkat. Ia juga mendorong adanya audit material dan mutu pekerjaan agar jalan benar-benar layak dan aman dilalui.
Untuk mempercepat penanganan, DPRD Bojonegoro telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga setempat guna menjalin komunikasi intensif dengan kementerian terkait yang berwenang atas jalan nasional.
“Saya minta segera ada langkah konkret, bukan sekadar janji. Perbaikan harus serius dan tuntas,” katanya.
Ia juga berharap Pemkab Bojonegoro tidak lepas tangan meski status jalan nasional. Penanganan darurat di titik-titik paling rawan dinilai perlu dilakukan demi menekan risiko kecelakaan.
“Pengguna jalan ini mayoritas warga Bojonegoro. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” tandas Bambang.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Kalitidu dengan badan jalan pecah memanjang, serta di Kecamatan Baureno yang dipenuhi lubang besar dan menjadi pintu masuk wilayah timur Bojonegoro. (Red-Garudasatunews)















