Jajanan Jadul PRJ Surabaya Bangkitkan Nostalgia Masa Sekolah

oleh -29 Dilihat
oleh
Jajanan Jadul PRJ Surabaya Bangkitkan Nostalgia Masa Sekolah
Jajan jadul peneman nostalgia di Prj Surabaya.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Deretan jajanan lawas era 1990-an hingga awal 2000-an menjadi salah satu daya tarik di Pasar Raya Jawa Timur (PRJ) Surabaya. Area bertajuk “Jajanan Tempo Doeloe” di Grand City Convention Center menghadirkan kembali beragam camilan yang pernah lekat dengan kehidupan pelajar dan kini mulai jarang ditemukan di pasaran.

Nuansa masa lalu terasa kuat melalui kehadiran Warung Jadal Jadul yang didesain menyerupai balai warung berbahan bambu. Beragam makanan ringan dengan kemasan bergaya retro ditata untuk membawa pengunjung mengingat kembali pengalaman jajan semasa sekolah.

Sejumlah jajanan yang ditawarkan antara lain es potong kacang hijau, permen berbentuk rokok rasa cokelat, balon tiup dengan sedotan kuning, hingga permen jempol. Aroma gula karamel dan bumbu tabur turut memperkuat suasana nostalgia di area tersebut.

Deril, salah seorang pengunjung asal Surabaya, datang bersama anaknya. Ia membeli sejumlah jajanan yang mengingatkannya pada masa sekolah sekaligus memperkenalkan camilan generasi terdahulu kepada sang anak.

Salah satu makanan yang menarik perhatiannya adalah mi kering soba berwarna oranye. Jajanan tersebut disebut masih menjadi salah satu makanan ringan favoritnya hingga sekarang.

Menurut Deril, daya tarik area tersebut tidak sebatas aktivitas jual beli. Kehadiran jajanan lawas juga membuka ruang interaksi antarpengunjung yang memiliki kenangan serupa tentang masa sekolah.

Ia menuturkan, pengunjung dewasa berusia sekitar 30 hingga 40 tahun terlihat antusias ketika menemukan kembali makanan ringan yang dahulu sering mereka beli saat masih duduk di bangku sekolah.

Selain itu, Warung Jadal Jadul menghadirkan arbanat atau rambut nenek, manisan gula berwarna merah muda yang disajikan dengan dua lembar kerupuk renyah. Jajanan tersebut menjadi salah satu produk tradisional yang kini tidak semudah dahulu ditemukan.

Cokelat payung dan cokelat koin juga ikut mengisi deretan produk nostalgia. Kedua jenis cokelat itu pernah populer di kalangan anak sekolah dan menjadi bagian dari kebiasaan jajan pada masanya.

Pengunjung juga dapat menemukan ciki hadiah yang identik dengan bonus mainan plastik serta permen karet Yosan dengan huruf koleksi di balik bungkusnya. Mi lidi dan jipang semakin melengkapi ragam jajanan lawas yang ditawarkan.

Kehadiran “Jajanan Tempo Doeloe” di tengah penyelenggaraan PRJ Surabaya menunjukkan bahwa produk makanan tidak hanya memiliki nilai konsumsi, tetapi juga dapat membawa memori sosial lintas generasi. Orang tua dapat mengenang masa sekolah, sementara generasi berikutnya memperoleh kesempatan mengenal jajanan yang pernah populer pada era sebelumnya.

Konsep nostalgia tersebut sekaligus menjadi daya tarik tersendiri di tengah berkembangnya berbagai makanan ringan modern. Jajanan yang dahulu mudah ditemukan di sekitar sekolah kini kembali hadir sebagai bagian dari pengalaman pengunjung PRJ Surabaya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.