SURABAYA, Garudasatunews.id – Jacobis, bagian dari Khong Guan Group, sukses menarik perhatian pengunjung Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) 2026 di Grand City Convex Surabaya. Dalam keikutsertaan perdananya di pameran tersebut, perusahaan makanan ringan ini mencatat peningkatan kunjungan dan transaksi hingga 40–50 persen dari hari pertama ke hari kedua.
Lonjakan tersebut menjadi sinyal positif bagi Jacobis dalam memperluas jangkauan pasar di Jawa Timur. Brand Manager Jacobis, Bathara Axel Ananta Setiawan, menyebut peningkatan paling terasa pada pukul 17.00–19.00 WIB, ketika masyarakat berkunjung setelah menyelesaikan aktivitas kerja.
PRJ Jatim 2026 juga dimanfaatkan Jacobis untuk memperkenalkan inovasi produk sekaligus menawarkan program promosi guna menarik minat konsumen.
Luncurkan Produk Baru dan Hadirkan Promo
Dalam pameran yang berlangsung pada 8–18 Oktober 2026 tersebut, Jacobis memperkenalkan dua varian baru Genji Pie, yakni Sweet Cheese dan Caramel. Selain itu, perusahaan menghadirkan Bistar dengan kemasan baru dan tiga pilihan rasa buah, yaitu bluberi, stroberi, dan nanas.
Menurut Bathara Axel, keikutsertaan Jacobis di PRJ Surabaya menjadi momentum strategis setelah perusahaan mencatatkan hasil positif dalam ajang serupa di Jakarta. Peluncuran produk baru yang bertepatan dengan penyelenggaraan pameran diharapkan dapat memperluas pengenalan merek dan menjangkau konsumen dari berbagai kalangan.
Untuk meningkatkan daya tarik penjualan, Jacobis turut memanfaatkan momentum tanggal kembar 10.10 melalui program flash sale. Pengunjung juga dapat memilih sejumlah paket produk dengan harga promosi.
Paket yang ditawarkan antara lain Rp15.000 untuk 12 buah, Rp25.000 untuk tujuh buah, Rp45.000 untuk enam buah, dan Rp50.000 untuk delapan buah. Rincian produk dalam setiap paket mengikuti penawaran yang tersedia di stan.
Peluang Pasar Tak Hanya dari Konsumen
Stan Jacobis berada di Exhibition Hall 2 Nomor 5, Grand City Convex Surabaya. Selain melayani pembelian langsung, kehadiran perusahaan dalam pameran ini membuka peluang untuk menjajaki kerja sama bisnis dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta calon pengecer atau retailer daerah.
Bathara Axel mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku usaha mendatangi stan Jacobis untuk menjajaki peluang kemitraan distribusi. Salah satunya berasal dari kalangan pengusaha yang berencana membuka toko di wilayah Gresik.
Meski berfokus pada penjualan langsung kepada konsumen (business-to-consumer atau B2C), Jacobis menyatakan terbuka terhadap peluang kerja sama antarbisnis (business-to-business atau B2B).
Peluang tersebut dapat menjadi jalan bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas pilihan produk yang dipasarkan, sekaligus membuka kesempatan bagi Jacobis memperluas jaringan distribusi.
Respons Pasar Jadi Evaluasi Strategi
Peningkatan transaksi selama pameran menjadi indikator awal respons konsumen terhadap produk dan strategi promosi Jacobis. Namun, lonjakan sebesar 40–50 persen tersebut merupakan perbandingan antara hari pertama dan hari kedua, bukan peningkatan penjualan sepanjang periode pameran.
Karena itu, capaian tersebut perlu dibaca sesuai periode pembandingnya. Data transaksi kumulatif, jumlah produk terjual, serta kontribusi masing-masing varian diperlukan untuk menilai kinerja penjualan secara lebih menyeluruh.
Bagi industri makanan ringan, pameran seperti PRJ tidak hanya berfungsi sebagai sarana penjualan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi, memperoleh tanggapan langsung dari konsumen, dan memetakan peluang pasar.
Keberhasilan Jacobis selanjutnya akan bergantung pada kemampuan perusahaan mempertahankan minat konsumen setelah pameran, mengembangkan jaringan distribusi, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.
(Red-Garudasatunews)















