IPSI Jatim Standarisasi Pelatih dan Juri Silat

oleh -29 Dilihat
oleh
IPSI Jatim Standarisasi Pelatih dan Juri Silat
Kegiatan pencak silat di Surabaya.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur menjadwalkan Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat Jawa Timur 2026 di Kota Malang pada 4–5 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong standarisasi pembinaan pencak silat tradisi di berbagai daerah.

Penataran yang dipimpin Ketua Pelaksana Parso Adiyanto tersebut difokuskan pada penyamaan persepsi, peningkatan kompetensi, serta penerapan standar pembinaan dan sistem penilaian yang mengacu pada regulasi terbaru IPSI Pusat. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan festival berjalan dengan mekanisme yang seragam dan terukur.

Selain aspek regulasi, materi penataran juga akan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pelatih pencak silat tradisi, terutama dalam penyusunan koreografi, penguatan unsur estetika pertunjukan, hingga musikalisasi yang menjadi komponen utama dalam penilaian festival.

Parso Adiyanto menegaskan bahwa kesamaan pemahaman antara pelatih dan juri merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas pembinaan atlet sekaligus menjamin objektivitas penilaian selama pelaksanaan festival.

“Melalui penataran ini kami ingin memastikan pelatih dan juri di seluruh Jawa Timur memiliki pemahaman yang sama. Ini menjadi kunci agar pembinaan atlet berjalan baik dan pertandingan festival berlangsung adil, sportif, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat,” ujar Parso Adiyanto, Kamis (4/6/2026).

Peserta kegiatan berasal dari utusan Pengurus Cabang IPSI kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang terdiri atas pelatih maupun calon juri. Mereka akan memperoleh pembekalan terkait teknik pembinaan, regulasi festival, hingga penerapan sistem penilaian terbaru yang akan digunakan dalam ajang resmi IPSI.

IPSI Jawa Timur juga menetapkan sertifikat kelulusan sebagai salah satu syarat administratif bagi peserta yang akan mendapatkan penugasan dalam berbagai agenda dan kejuaraan resmi di bawah naungan organisasi tersebut. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme dan akuntabilitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan maupun perwasitan.

Melalui program tersebut, IPSI Jatim menargetkan lahirnya pelatih berkarakter dan juri profesional yang mampu mendukung peningkatan prestasi pencak silat Jawa Timur pada level nasional hingga internasional.

Di sisi lain, Festival Pencak Silat Jawa Timur 2026 juga diproyeksikan sebagai momentum penguatan eksistensi pencak silat tradisi yang selama ini dinilai belum memperoleh ruang pembinaan secara optimal di sejumlah daerah.

Parso menilai pengembangan pencak silat tradisi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan dukungan dan fasilitas pembinaan. Karena itu, Jawa Timur berupaya mengambil peran sebagai salah satu daerah yang konsisten membangun ekosistem pembinaan berkelanjutan bagi pencak silat tradisi.

Menurutnya, penguatan pencak silat tradisi tidak hanya berorientasi pada pelestarian warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan penghormatan terhadap budaya lokal.

“Semoga penataran ini menjadi awal berkembangnya pencak silat tradisi yang selama ini belum tergarap secara optimal,” pungkas Parso Adiyanto.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.