Indonesia Jaya Tak Cukup Dibangun dengan Kepintaran, Tapi dengan Karakter

oleh -41 Dilihat
oleh
banner 468x60

Surabaya, garudasatunews.id|| Nilai rapor bisa mengantarkan seorang pelajar meraih prestasi, tetapi karakterlah yang menentukan bagaimana ia menggunakan keberhasilan itu ketika kelak dipercaya memegang masa depan bangsa. Dari ruang kelas SMA Kartika IV Surabaya, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, menitipkan pesan tentang pentingnya membangun Indonesia melalui pembentukan diri generasi muda.

Pesan itu disampaikan Brigjen TNI Kohir saat memberikan wawasan kebangsaan kepada 239 siswa-siswi SMA Kartika IV Surabaya, Jalan Brawijaya No. 38, Jumat (11/9/2026). Didampingi Kasiintel Korem 084/BJ dan Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 084 Cabang IV/Brawijaya, Ny. Nilam Kohir, Danrem mengangkat tema “Refleksi Diri untuk Indonesia Jaya.”

Bagi Danrem, refleksi diri bukan sekadar mengingat apa yang telah dilakukan, melainkan keberanian untuk bertanya kepada diri sendiri tentang siapa kita, apa yang sudah dilakukan dan akan menjadi seperti apa di masa depan. Kebiasaan sederhana itu dinilai penting bagi pelajar karena masa depan bangsa pada akhirnya akan berada di tangan generasi yang hari ini sedang duduk di bangku sekolah.

“Jangan hanya bertanya, nanti saya mau menjadi apa. Tetapi tanyakan juga kepada diri sendiri, saya harus menjadi pribadi seperti apa. Karena kepintaran tanpa karakter tidak akan cukup untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik,” tegas Brigjen TNI Kohir.

Danrem mengingatkan, karakter tidak lahir dalam satu hari. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang: disiplin ketika tidak ada yang mengawasi, jujur meski tidak ada yang mengetahui, menghormati orang lain meski berbeda pandangan, serta berani mengakui kesalahan dan memperbaikinya. Nilai-nilai itulah yang menurutnya menjadi bagian penting dari wawasan kebangsaan.

Karena itu, Danrem menekankan bahwa mencintai Indonesia tidak harus selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, menjaga persahabatan, menolak perundungan, menghargai keberagaman serta menggunakan media sosial secara bijak merupakan bentuk nyata menjaga masa depan bangsa dari lingkungan paling dekat.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, Brigjen TNI Kohir juga mengajak para pelajar tidak menjadi generasi yang sekadar cepat menerima informasi, tetapi mampu berpikir kritis dan bertanggung jawab atas apa yang mereka sebarkan. Teknologi, menurutnya, harus menjadi alat untuk membuka pengetahuan, melahirkan karya dan membangun jejaring positif, bukan menjadi ruang untuk kehilangan empati dan jati diri.

Danrem berharap 239 pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut membawa pulang lebih dari sekadar materi wawasan kebangsaan. “Saya berharap anak-anak sekalian menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, tidak mudah menyerah, mampu menghargai perbedaan dan berani mengambil peran. Bangsa ini membutuhkan generasi yang bukan hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat,” harapnya.

Dari SMA Kartika IV Surabaya, pesan itu menemukan maknanya yang sederhana: Indonesia jaya tidak dimulai ketika generasi muda sudah menjadi pemimpin. Indonesia jaya dimulai hari ini ketika seorang pelajar memilih untuk jujur, disiplin, menghargai sesama dan terus memperbaiki dirinya. Sebab, sebelum membangun negeri, setiap anak muda terlebih dahulu harus belajar membangun dirinya sendiri.
Diva

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.