IKG Mojokerto Turun Tajam, Kesetaraan Gender Meningkat

oleh -54 Dilihat
oleh
IKG Mojokerto Turun Tajam, Kesetaraan Gender Meningkat
Kantor BPS Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Kabupaten Mojokerto pada 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto menunjukkan angka IKG turun menjadi 0,209 atau menurun 0,086 poin dibanding tahun 2024 yang berada di angka 0,295.

Penurunan tersebut menjadi capaian terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan dinilai sebagai indikator menguatnya kesetaraan gender di Kabupaten Mojokerto. Capaian ini juga melampaui penurunan pada 2024 yang hanya mencapai 0,048 poin.

Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menyebut tren penurunan IKG menjadi bukti adanya peningkatan kualitas kesetaraan gender yang berlangsung secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir.

“Penurunan ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender di Kabupaten Mojokerto terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ujar Dwi Yuhenny, Sabtu (23/5/2026).

Berdasarkan catatan BPS, tren penurunan IKG telah berlangsung sejak 2021. Dalam kurun lima tahun terakhir, total penurunan mencapai 0,193 poin dengan rata-rata penurunan sekitar 0,048 poin setiap tahun sejak 2022.

Peningkatan capaian IKG 2025 dipengaruhi tiga dimensi utama, yakni sektor tenaga kerja, kesehatan reproduksi, dan pemberdayaan perempuan. Dari ketiga indikator tersebut, sektor ketenagakerjaan dinilai mengalami perbaikan paling menonjol.

Data BPS menunjukkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan meningkat cukup signifikan dari 60,88 pada 2024 menjadi 66,03 pada 2025. Kondisi itu memperlihatkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi dan dunia kerja semakin meningkat.

Selain sektor tenaga kerja, indikator kesehatan reproduksi juga menunjukkan perkembangan positif. Proporsi perempuan yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan turun dari 0,024 pada 2024 menjadi 0,007 pada 2025.

Penurunan angka tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya akses layanan kesehatan sekaligus kesadaran masyarakat terhadap pentingnya persalinan aman bagi ibu dan bayi.

Namun demikian, pada dimensi pemberdayaan perempuan, keterwakilan perempuan di parlemen daerah masih stagnan di angka 24 persen dan belum mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya.

Meski masih terdapat pekerjaan rumah dalam peningkatan representasi politik perempuan, capaian IKG Kabupaten Mojokerto 2025 dinilai menjadi indikator positif atas efektivitas program pemerintah daerah dalam memperkuat kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

“Secara keseluruhan capaian IKG 2025 menjadi sinyal positif bahwa upaya pemerintah daerah dalam mendorong kesetaraan gender mulai menunjukkan hasil yang nyata,” tegas Dwi Yuhenny.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.