Ibu Bunuh Anak di Pamekasan, Penyidikan Berpotensi Dihentikan Jika Pelaku Terbukti Sakit Jiwa

oleh -41 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Penyelidikan kasus seorang ibu, Dewi Anggraini, yang diduga menusuk anak kandungnya hingga tewas di Desa Pademawu Barat, Pamekasan, berpotensi dihentikan. Kepolisian masih menunggu hasil observasi medis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto menjelaskan, penanganan perkara sepenuhnya bergantung pada hasil visum et repertum psikiatrikum dari RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Malang. Pemeriksaan tersebut diperkirakan menelan waktu 5 hingga 10 hari.

“Jika hasil pemeriksaan menyatakan pelaku mengalami gangguan jiwa berat dan tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, ada mekanisme hukum untuk menghentikan penyidikan. Namun, saat ini status tersangka tetap melekat,” tegas Yoyok Dikutip Sabtu (22/08).

Riwayat Gangguan Jiwa Berat :

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Saifudin mengonfirmasi bahwa Dewi telah terdeteksi mengidap gangguan jiwa sejak 2020 dan menjalani perawatan intensif pada 2023 di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart). Namun, dalam setahun terakhir, pelaku secara sepihak memutuskan berhenti mengonsumsi obat karena merasa telah pulih.

Situasi diduga diperparah oleh tekanan mental akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah perusahaan tempatnya bekerja bangkrut.

“Penghentian obat gangguan jiwa tidak boleh dilakukan tanpa evaluasi medis. Kami sempat berupaya memfasilitasi pengobatan ulang, tetapi peristiwa tragis ini lebih dulu terjadi,” ujar Saifudin.

Kronologi Kejadian :

Tragedi ini terjadi pada Senin (17/8) sekitar pukul 11.30 WIB di kediaman pelaku. Dewi diduga menyerang putrinya, Tiara Diantari (10), menggunakan pisau dapur sepanjang 33 sentimeter saat rumah dalam keadaan sepi. Korban yang mengalami luka tusuk serius di bahu, punggung, dan pinggul sempat dilarikan ke RSUD Smart Pamekasan, namun nyawanya tidak tertolong.

Usai menganiaya putrinya, pelaku sempat mencoba mengakhiri hidupnya sendiri. Upaya tersebut gagal lantaran posisi mata pisau yang digunakan terbalik. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.