Hutan Gajah Mungkur Lumajang Terbakar, Api Belum Padam

oleh -34 Dilihat
oleh
Hutan Gajah Mungkur Lumajang Terbakar, Api Belum Padam
Kebakaran hutan perbukitan Gajah Mungkur yang belum padam sejak Selasa (13/10/2026) malam.
banner 468x60

LUMAJANG, Garudasatunews.id – Kebakaran melanda kawasan hutan Gajah Mungkur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Api membakar sekitar 2 hektare kawasan hutan produksi dan hingga malam hari masih terlihat menyala dari kejauhan.

Kebakaran tersebut terjadi di kawasan Gunung Gajah Mungkur, Desa Bago, Kecamatan Pasirian. Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 16.00 WIB dan dengan cepat menjalar di kawasan hutan yang ditumbuhi tanaman jati.

Kondisi musim kemarau dengan banyaknya dedaunan kering diduga menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat merambat. Kobaran api bahkan masih terlihat dari kawasan Jalan Lintas Selatan ketika malam tiba.

Informasi mengenai kebakaran tersebut disampaikan warga yang berada di sekitar lokasi. Rahman, warga Desa Bago yang juga wartawan Kompas TV, menyebut api masih membara hingga malam hari.

Menurut informasi yang diperoleh dari pihak Perhutani, upaya pemadaman telah dilakukan sejak kebakaran diketahui. Namun, kondisi medan dan material kering di kawasan hutan membuat api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Kebakaran tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Dari kejauhan, kobaran api dan asap terlihat jelas di tengah kondisi malam sehingga sejumlah warga menyaksikan perkembangan kebakaran dari sekitar kawasan tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan tingginya risiko kebakaran kawasan hutan ketika kondisi vegetasi mengering. Area hutan yang dipenuhi daun kering dapat membuat api lebih mudah menjalar apabila tidak segera dikendalikan.

Hingga malam hari, titik api masih terlihat dan proses pemadaman terus dilakukan. Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia sehingga diperlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran hutan tidak hanya mengancam vegetasi, tetapi juga berpotensi meluas apabila api tidak segera dikendalikan, terutama ketika kondisi cuaca dan material di dalam kawasan hutan mendukung penyebaran api.

Pihak terkait diharapkan terus melakukan pemantauan dan memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali meluas setelah proses pemadaman dilakukan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.