HUT Malang, Pemkot Luncurkan Busana Identitas Baru

oleh -25 Dilihat
oleh
HUT Malang, Pemkot Luncurkan Busana Identitas Baru
Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang bersama jajaran Pemkot Malang lakukan foto bersama dengan baju Khas Malangan.
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang dimanfaatkan Pemerintah Kota Malang untuk meluncurkan busana khas daerah yang diklaim sebagai identitas budaya baru. Peluncuran ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun citra kota berbasis warisan budaya.

Busana tersebut langsung dikenakan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, serta jajaran aparatur pemerintah kota dalam rangkaian peringatan resmi. Langkah ini menandai upaya institusionalisasi simbol budaya melalui perangkat birokrasi.

Dengan dominasi warna hitam dan corak kuning keemasan, busana ini diklaim merepresentasikan perpaduan nilai lokal, sejarah, hingga pengaruh kolonial yang melekat dalam perkembangan Kota Malang. Pemerintah menyebut desain tersebut sebagai simbol harmoni lintas zaman, dari era kerajaan hingga modern.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan, peluncuran busana khas ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari strategi penguatan identitas sekaligus pengungkit sektor budaya dan pariwisata.

“Busana ini mengandung filosofi perpaduan nilai lokal, sejarah, dan nuansa kolonial dengan unsur ikonik seperti Tugu Malang, bunga teratai, serta motif kawung berbasis biji kopi pecah,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Secara desain, busana ini menggabungkan berbagai elemen visual khas Malang, mulai dari simbol Tugu Malang hingga ornamen flora dan motif batik yang dimodifikasi. Atributnya juga cukup kompleks, meliputi udeng, selempang, obi belt, kain sembong pendek, hingga kerah jas bergaya Eropa.

Pendekatan desain tersebut mencerminkan perpaduan estetika lintas budaya—Eropa, Jawa, dan Tiongkok—yang selama ini membentuk karakter Kota Malang. Namun, langkah ini juga memunculkan pertanyaan terkait sejauh mana penerimaan publik terhadap simbol baru yang dibentuk secara top-down oleh pemerintah.

Pemerintah Kota Malang berharap busana ini tidak berhenti sebagai atribut seremonial, tetapi dapat digunakan secara luas dalam kegiatan pemerintahan hingga masyarakat umum, sekaligus memperkuat branding kota di tingkat regional hingga internasional.

“Harapannya ini menjadi identitas resmi yang membanggakan dan memperkuat citra Malang sebagai kota budaya dan pariwisata,” tegas Wahyu.

Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi branding kota, namun efektivitasnya akan bergantung pada sejauh mana simbol budaya tersebut mampu diterima dan diadopsi secara luas oleh masyarakat. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.