HUT ke-22 Densus 88, PNIB Apresiasi Pengabdian Antiteror

oleh -17 Dilihat
oleh
HUT ke-22 Densus 88, PNIB Apresiasi Pengabdian Antiteror
Dirgahayu 22 Tahun Densus 88, PNIB: Indonesia Aman dan Damai dari Ancaman Terorisme
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menyampaikan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun ke-22 Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri (Densus 88 AT Polri) yang diperingati pada 26 Agustus 2026. PNIB menilai keberadaan Densus 88 memiliki peran penting dalam menjaga keamanan masyarakat dari ancaman terorisme dan radikalisme.

Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Densus 88 atas pengabdian dan kerja mereka dalam menjaga keamanan, keselamatan serta ketenteraman masyarakat.

Menurut Gus Wal, 22 tahun perjalanan Densus 88 merupakan pengabdian panjang dalam menghadapi potensi ancaman maupun serangan terorisme. Ia menilai pemberantasan terorisme tidak semata-mata berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut upaya menjaga toleransi, kebinekaan, persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gus Wal menyebut Densus 88 sebagai salah satu garda terdepan dalam menghadapi ancaman terorisme dan paham ekstrem yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan bangsa. PNIB juga menilai upaya penanggulangan ancaman tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan sosial.

“Indonesia adalah rumah bersama,” menjadi salah satu penekanan PNIB. Masyarakat didorong untuk menjaga toleransi, menghormati perbedaan, menolak kekerasan serta tidak mudah terprovokasi propaganda ekstremisme, intoleransi, radikalisme, terorisme dan anarkisme, baik di ruang publik maupun ruang digital.

Di sisi lain, PNIB mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung Densus 88 dalam menjalankan tugas pemberantasan terorisme. Dukungan tersebut, menurut PNIB, harus berjalan seiring dengan prinsip hukum, profesionalitas, perlindungan masyarakat dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Perspektif tersebut menempatkan penanggulangan terorisme bukan hanya sebagai tugas aparat, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama. Pencegahan melalui pendidikan, ketahanan sosial, toleransi dan kewaspadaan terhadap propaganda ekstrem dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpapar paham kekerasan.

Momentum HUT ke-22 Densus 88 sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan nasional membutuhkan kerja berkelanjutan. Penegakan hukum terhadap ancaman terorisme tetap harus dilakukan secara profesional dan terukur, sementara masyarakat memiliki peran dalam menjaga ruang sosial dan digital tetap kondusif.

PNIB berharap pengabdian Densus 88 terus memberikan kontribusi bagi terciptanya Indonesia yang aman, damai dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.