HUT 112 Malang, Tema Jadi Sorotan Kinerja Kota

oleh -46 Dilihat
oleh
HUT 112 Malang, Tema Jadi Sorotan Kinerja Kota
HUT 112 Malang, Tema Jadi Sorotan Kinerja Kota
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang tidak sekadar seremoni tahunan. Pemerintah Kota Malang menjadikannya sebagai momentum evaluasi kinerja sekaligus penguatan arah pembangunan, di tengah tekanan dinamika perkotaan dan tantangan global.

Upacara digelar di Balai Kota Malang, Rabu (1/4/2026), dengan mengusung tema “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”. Tema ini disebut merepresentasikan dorongan untuk menembus batas pembangunan, menuntaskan program secara akuntabel, dan menjaga identitas kota yang kompetitif.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar simbolik, melainkan ruang refleksi atas capaian sekaligus pijakan untuk akselerasi kebijakan ke depan. Ia mengingatkan bahwa tantangan pembangunan tidak semakin ringan, melainkan kian kompleks.

“Ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk memastikan setiap langkah pembangunan lebih terarah dan berdampak nyata,” ujarnya.

Di balik slogan yang diusung, pemerintah menekankan tiga aspek utama. “Melintas” dimaknai sebagai keberanian menembus batas inovasi dan teknologi, “bergerak tuntas” sebagai komitmen menyelesaikan program secara menyeluruh, sementara “mbois berkelas” menjadi simbol identitas kota yang mengedepankan kualitas, budaya, dan daya saing.

Namun, klaim tersebut diuji oleh data kinerja makro. Pemerintah mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,55, tertinggi kedua di Jawa Timur. Angka kemiskinan turun ke 3,85 persen, pengangguran berada di 5,69 persen, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,92 persen sepanjang 2025.

Selain indikator ekonomi, Pemkot juga menonjolkan capaian penghargaan. Tiga penghargaan internasional diraih, termasuk pengakuan sebagai kota kreatif dunia dari UNESCO bidang Media Arts, serta penghargaan lingkungan. Di tingkat nasional, tercatat puluhan penghargaan diraih dalam kurun 2025–2026.

Meski demikian, Wali Kota menegaskan bahwa penghargaan bukan tujuan utama. “Yang utama adalah pengabdian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, peringatan HUT ke-112 juga diwarnai peluncuran pakaian khas Kota Malang. Desain ini menggabungkan unsur sejarah, budaya lokal, hingga estetika kolonial, dengan simbol ikonik seperti Tugu Malang, bunga teratai, dan motif batik berbasis kopi.

Peluncuran identitas visual ini dinilai sebagai upaya memperkuat karakter kota. Namun, di tengah berbagai capaian dan simbolisasi tersebut, konsistensi implementasi program pembangunan tetap menjadi faktor penentu apakah narasi “bergerak tuntas” benar-benar terwujud di lapangan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.