Hujan Turun di Ponorogo, Musim Penghujan Belum Dimulai

oleh -29 Dilihat
oleh
Hujan Turun di Ponorogo, Musim Penghujan Belum Dimulai
Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun.
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir belum menjadi penanda bahwa musim penghujan telah resmi dimulai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo masih menunggu konsistensi curah hujan sebelum menetapkan perubahan musim tersebut.

Hujan dilaporkan terjadi antara lain di wilayah Ngebel, Badegan, dan Slahung. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah hujan yang mulai turun menjadi tanda berakhirnya musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa hujan yang berlangsung selama dua atau tiga hari belum cukup untuk menyimpulkan bahwa wilayah Ponorogo telah memasuki musim penghujan.

Menurutnya, terdapat indikator tertentu yang digunakan untuk menentukan awal musim penghujan. Salah satunya adalah curah hujan minimal atau di atas 50 milimeter (mm) dalam satu dasarian dan berlangsung selama tiga dasarian secara berturut-turut.

“Musim penghujan itu ditandai dengan curah hujan minimal atau di atas 50 mm per dasarian selama tiga dasarian berturut-turut,” kata Masun, Jumat (2/10/2026).

Dengan demikian, hujan yang terjadi saat ini masih harus dipantau perkembangannya. BPBD belum dapat memastikan apakah intensitas hujan tersebut akan berlanjut secara konsisten hingga memenuhi indikator awal musim penghujan.

Pemantauan menjadi penting karena Ponorogo sebelumnya masih menghadapi persoalan kekeringan. Data terbaru BPBD menunjukkan penyaluran bantuan air bersih masih dilakukan di sejumlah wilayah terdampak kekeringan, termasuk Sampung dan Jambon.

Di sisi lain, informasi mengenai prediksi musim juga menjadi perhatian. Berdasarkan materi prakiraan musim hujan yang disampaikan dalam koordinasi kebencanaan di Jawa Timur, sejumlah wilayah Ponorogo diprediksi memasuki musim penghujan pada dasarian kedua atau ketiga November 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa turunnya hujan dalam beberapa hari belum otomatis berarti kemarau telah berakhir. Masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan informasi resmi pemerintah, terutama karena perubahan musim juga berkaitan dengan potensi bencana hidrometeorologi.

BPBD Ponorogo sebelumnya mencatat bahwa memasuki musim penghujan, ancaman seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan cuaca ekstrem perlu diantisipasi.

Karena itu, hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Ponorogo saat ini lebih tepat dipandang sebagai perkembangan cuaca yang masih membutuhkan pemantauan. Kepastian masuknya musim penghujan tetap menunggu terpenuhinya indikator curah hujan secara konsisten.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.