HKTI Kediri Siapkan 23 Ribu Hektare Bongkar Ratoon Tebu

oleh -34 Dilihat
oleh
HKTI Kediri Siapkan 23 Ribu Hektare Bongkar Ratoon Tebu
Ketua HKTI Kabupaten Kediri Sumadianto
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kediri menyiapkan dukungan terhadap program peremajaan tanaman tebu melalui bongkar ratoon. Langkah tersebut sejalan dengan target pengembangan areal tebu di Kabupaten Kediri yang mencapai sekitar 23.000 hektare pada 2026 untuk mendukung percepatan swasembada gula nasional.

Program bongkar ratoon merupakan upaya mengganti tanaman tebu lama atau yang produktivitasnya mulai menurun dengan tanaman baru. Pemerintah menempatkan program tersebut sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas tebu, rendemen, serta pasokan bahan baku bagi industri gula. Kementerian Pertanian juga melibatkan HKTI, dinas pertanian, penyuluh, serta unsur kewilayahan dalam menjaring petani dan lahan yang memenuhi kriteria program.

Kabupaten Kediri memiliki posisi penting dalam pengembangan tebu di Jawa Timur. Data pemerintah daerah menyebut luas tanaman tebu di wilayah tersebut sekitar 22.000 hingga 22.297 hektare. Pada 2026, Pemkab Kediri menargetkan pelaksanaan bongkar ratoon mencapai 7.000 hektare, lebih luas dibanding capaian program pada tahun sebelumnya.

Dari sisi produksi, pelaksanaan bongkar ratoon tidak sekadar berkaitan dengan penambahan luas tanam. Peremajaan tanaman diharapkan mampu memperbaiki produktivitas kebun sehingga pasokan tebu ke pabrik gula menjadi lebih optimal. Pada saat yang sama, peningkatan kualitas bahan baku diharapkan dapat mendorong kenaikan rendemen dan produksi gula.

Kementan sebelumnya mengungkapkan salah satu tantangan bongkar ratoon adalah kesiapan petani untuk membongkar tanaman tebu yang masih dapat dipanen. Karena itu, proses sosialisasi, pendataan calon petani dan calon lokasi, serta ketepatan penyaluran bantuan menjadi bagian penting agar program berjalan sesuai sasaran.

Dukungan terhadap petani juga dilakukan oleh industri gula. PG Ngadiredjo Kediri, misalnya, memfasilitasi calon petani calon lokasi melalui bantuan 60.000 mata bibit per hektare serta dukungan biaya garap setara 40 hari orang kerja (HOK) per hektare. Program tersebut menyasar sejumlah wilayah kerja di Kabupaten Kediri dan daerah sekitarnya.

Secara nasional, program bongkar ratoon diarahkan untuk memperkuat produksi gula dalam negeri. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah utama karena kontribusinya terhadap produksi gula nasional cukup besar. Pada 2026, target bongkar ratoon secara nasional disebut mencapai 97.000 hektare, sementara Jawa Timur menjadi salah satu penopang utama program tersebut.

Dengan target areal tebu sekitar 23.000 hektare dan agenda peremajaan tanaman, keberhasilan program di Kediri akan sangat bergantung pada koordinasi pemerintah, HKTI, petani, penyuluh, serta industri gula. Pendataan lahan, kesiapan petani, ketersediaan bibit, dukungan pembiayaan, dan kepastian penyerapan hasil menjadi sejumlah aspek yang menentukan efektivitas program bongkar ratoon dalam mendukung produksi gula nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.