HIMAGIZI UNEJ Berdayakan Warga Lereng Argopuro

oleh -30 Dilihat
oleh
HIMAGIZI UNEJ Berdayakan Warga Lereng Argopuro
Ketua Tim PPK Ormawa HIMAGIZI UNEJ, Oktavia Rahma Ramadhani, dalam laporannya
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Gizi (HIMAGIZI) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) meluncurkan Sistem Pemberdayaan Terpadu Desa Hutan Berkelanjutan (SIPETRAN) di Balai Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (19/8/2026).

Program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan konservasi lingkungan, pengelolaan sampah, pangan bergizi, kesehatan masyarakat hingga penguatan ekonomi lokal. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan potensi desa.

Desa Gunungsari yang berada di lereng Gunung Argopuro memiliki potensi hutan sekitar 57 hektare. Wilayah tersebut juga menghasilkan sejumlah komoditas pertanian, antara lain kopi robusta, jagung dan padi.

Produksi kopi robusta di desa itu disebut mencapai sekitar 30 ton per tahun, sedangkan jagung sekitar 13 ton per tahun. Namun, sebagian hasil pertanian masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah ekonomi yang diterima masyarakat belum optimal.

Persoalan desa tidak berhenti pada sektor ekonomi. Tim PPK Ormawa HIMAGIZI juga menemukan persoalan pengelolaan sampah organik dan limbah peternakan, keterbatasan daerah resapan air serta sejumlah persoalan kesehatan masyarakat.

Pada sektor kesehatan, masih ditemukan kasus anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Kasus diare juga tercatat meningkat dari 41 kasus sepanjang 2025 menjadi 48 kasus hingga Februari 2026.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMAGIZI UNEJ, Oktavia Rahma Ramadhani, mengatakan SIPETRAN dibangun berdasarkan potensi sekaligus kebutuhan masyarakat Gunungsari. Program tersebut menggabungkan edukasi gizi, pengelolaan lingkungan, pemanfaatan teknologi dan penguatan ekonomi masyarakat.

SIPETRAN dikembangkan melalui konsep Desa Hutan Berkelanjutan 5.0. Aplikasi SIPETRAN digunakan sebagai sarana edukasi, dokumentasi, pemantauan sekaligus promosi produk lokal.

Sejumlah inovasi yang dikembangkan mencakup pengolahan jagung menjadi Nugget SIJAGO, pengembangan Kopi SILOKA, pengelolaan sampah dan limbah peternakan, reboisasi, konservasi lahan, pengembangan daerah resapan air, Kebun Gizi serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., mengapresiasi pemilihan Gunungsari sebagai lokasi program. Menurutnya, potensi pertanian dan kawasan hutan di wilayah tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan pemberdayaan masyarakat, UMKM dan ekonomi keluarga.

Namun, keberhasilan SIPETRAN tidak hanya ditentukan saat program mahasiswa berlangsung. Keberlanjutan menjadi tantangan utama setelah kegiatan berakhir. Masyarakat diharapkan mampu menerima, mengembangkan dan menjadikan inovasi tersebut sebagai kebutuhan desa secara mandiri.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso turut mendukung program tersebut. Pemkab menilai SIPETRAN tidak hanya menyentuh persoalan lingkungan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui program ini, Desa Gunungsari diarahkan menjadi Desa MANDHÂRI, yakni desa yang asri, lestari dan mandiri dengan mengintegrasikan potensi lingkungan, pangan, kesehatan, teknologi serta ekonomi masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.