Higienitas Disorot, Keracunan Massal Sidodadi Terkuak

oleh -43 Dilihat
oleh
Higienitas Disorot, Keracunan Massal Sidodadi Terkuak
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyatakan bahwa kondisi warga yang mengalami lemas massal akibat dugaan keracunan makanan kenduri di kawasan Sidodadi, Simokerto, kini mulai berangsur pulih.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengungkap kondisi terbaru warga yang mengalami lemas massal akibat dugaan keracunan makanan dalam acara kenduri di kawasan Sidodadi, Simokerto. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi para korban kini berangsur pulih, namun sejumlah kejanggalan dalam proses penyajian makanan mulai terkuak.

Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, memastikan empat warga yang sempat dirujuk ke rumah sakit kini dalam kondisi stabil. Gejala yang dialami korban disebut relatif seragam, yakni lemas, mual, dan muntah, tanpa indikasi komplikasi berat.

“Rata-rata badan lemas saja sama mual muntah. Yang dirawat di rumah sakit kini stabil semua,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Meski dugaan awal mengarah pada menu nasi berkat sebagai sumber keracunan, Dinkes belum dapat memastikan penyebab pasti. Ketiadaan sampel makanan menjadi kendala utama dalam investigasi, mengingat seluruh hidangan telah habis dikonsumsi sejak acara berlangsung empat hari sebelumnya.

Tim medis hanya mengantongi daftar menu yang disajikan, di antaranya nasi, tumis buncis, ayam bumbu merah, bihun goreng, dan acar. Namun tanpa uji laboratorium, dugaan kontaminasi belum dapat dipastikan secara ilmiah.

Dalam temuan sementara, Dinkes menyoroti potensi pelanggaran standar higienitas saat proses pemorsian makanan. Tiga orang yang bertugas mengemas makanan ke dalam wadah kardus diketahui tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) dan melakukan kontak langsung dengan makanan.

“Yang menjamah makanan itu petugasnya tidak menggunakan pelindung diri. Ini menjadi salah satu faktor risiko yang kami soroti,” tegas Billy.

Insiden ini sebelumnya dilaporkan menyebabkan puluhan warga mengalami gejala keracunan usai menghadiri acara selamatan kenduri. Empat orang harus dirujuk ke rumah sakit, sementara 18 lainnya menjalani rawat jalan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, membenarkan jumlah korban tersebut. Empat pasien dirujuk ke sejumlah rumah sakit berbeda, yakni RS Soewandhie, RS PHC, dan RS Al Irsyad.

Sementara itu, Ketua RT 1 RW 7 setempat, Arif, mengungkapkan gejala mulai muncul sehari setelah acara kenduri digelar. Namun, lonjakan jumlah korban baru disadari pada Sabtu (4/4) siang, setelah keluhan warga semakin meluas.

“Awalnya hanya satu-dua orang yang mengeluh, tapi kemudian bertambah,” ujarnya.

Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Mayoritas mengeluhkan tubuh lemas tanpa disertai muntah, yang memperkuat dugaan adanya kontaminasi dalam proses distribusi makanan.

Kasus ini kini menjadi sorotan serius terkait standar keamanan pangan dalam kegiatan masyarakat. Minimnya pengawasan dan kelalaian prosedur higienitas diduga menjadi celah utama terjadinya insiden keracunan massal tersebut. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.