Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Ijen

oleh -7 Dilihat
oleh
Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Ijen
Pemkab Banyuwangi bersama Tim Gabungan saat meninjau langsung lokasi Karhutla di Gunung Ijen.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, masih menyisakan puluhan titik api. Kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau membuat upaya pemadaman manual menghadapi kendala serius. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun mengerahkan langkah darurat dengan meminta dukungan helikopter water bombing.

Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur dijadwalkan tiba di Kawah Ijen pada Minggu (6/9/2026). Helikopter tersebut direncanakan berangkat dari Malang menuju Bandara Banyuwangi, kemudian melanjutkan perjalanan ke kawasan Paltuding untuk melakukan pemadaman dari udara.

Kebijakan tersebut diambil setelah Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama unsur terkait meninjau langsung titik kebakaran hingga Pos 4 TWA Kawah Ijen pada Jumat (4/9/2026). Dari pemantauan tersebut, masih ditemukan puluhan titik api dengan tingkat intensitas mulai sedang hingga tinggi.

Situasi menjadi semakin sulit karena sebagian titik api berada di kawasan hulu dengan kontur pegunungan curam serta vegetasi yang cukup lebat. Kondisi itu membuat pengerahan personel untuk pemadaman langsung tidak mudah dan meningkatkan kebutuhan terhadap metode pemadaman dari udara.

Pemkab Banyuwangi sebelumnya telah mengajukan dukungan helikopter kepada BPBD Jatim dan Kantor SAR Surabaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan lain sekaligus mempercepat penanganan titik-titik yang sulit dijangkau petugas.

Di tengah keterbatasan akses, petugas gabungan dan relawan tetap melakukan pemadaman selama 24 jam. Salah satu metode yang dilakukan yakni mengangkut air dari lokasi bawah menuju titik kebakaran. Pemkab Banyuwangi juga meminta dukungan pasokan air dari Medco Geothermal Energi melalui embung yang dimiliki perusahaan tersebut.

Karhutla juga berdampak langsung terhadap aktivitas wisata. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menutup sementara kunjungan wisata ke kawasan TWA Kawah Ijen hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan setelah kebakaran merembet mendekati jalur pendakian menuju kawasan Kawah Ijen.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Pemkab Banyuwangi menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla selama 14 hari, terhitung 4 hingga 17 September 2026, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Dapur umum juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan petugas serta relawan yang terlibat dalam operasi pemadaman.

Kehadiran helikopter water bombing menjadi salah satu langkah penting dalam memutus penyebaran api, terutama pada titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Namun, efektivitas operasi tetap bergantung pada kondisi cuaca, akses sumber air, serta koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.