Hari Mangrove Sedunia Bahar Buasan Perkuat Kolaborasi Menjaga Warisan Mangrove Bangka Belitung

oleh -24 Dilihat
oleh
banner 468x60

Bangka Tengah, garudasatunews.id|| Hamparan pesisir Pantai Desa Baskara Bakti, Kabupaten Bangka Tengah, dipenuhi semangat kepedulian terhadap lingkungan saat ratusan bibit mangrove ditanam dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Aksi konservasi yang melibatkan komunitas pecinta alam, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat tersebut menjadi simbol nyata komitmen bersama menjaga ekosistem pesisir yang semakin rentan terhadap ancaman abrasi dan perubahan iklim.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPD RI asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Bahar Buasan, S.T., M.S.M., M.Sc., yang turut menanam mangrove bersama para peserta. Hadir pula Johan Ridwan Hasan, penggagas Taman Edukasi Mangrove, serta Kepala Stasiun TVRI Bangka Belitung, Emirizon, S.A.P., M.Si., yang memberikan dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan melalui edukasi dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

Dengan mengenakan sepatu bot dan menyusuri kawasan pesisir, para peserta bahu-membahu menanam bibit mangrove di titik-titik yang telah dipersiapkan. Suasana penuh keakraban dan gotong royong mencerminkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga lahir dari kesadaran masyarakat yang ingin mewariskan alam yang lebih baik kepada generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Bahar Buasan menegaskan bahwa hutan mangrove merupakan benteng alami yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang pasang, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berkontribusi besar dalam menyerap emisi karbon.

“Hari Mangrove Sedunia harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga alam tidak cukup hanya dengan berbicara, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Setiap bibit mangrove yang kita tanam hari ini adalah investasi bagi masa depan lingkungan, sekaligus bentuk tanggung jawab kita kepada generasi yang akan datang,” ujar Bahar Buasan.

Sementara itu, Johan Ridwan Hasan menjelaskan bahwa Taman Edukasi Mangrove dibangun bukan hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai ruang belajar terbuka yang mengenalkan fungsi ekologis mangrove kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi merupakan langkah awal untuk membangun kepedulian, karena masyarakat yang memahami manfaat mangrove akan terdorong untuk ikut menjaga dan melestarikannya.

Kehadiran Kepala Stasiun TVRI Bangka Belitung, Emirizon, S.A.P., M.Si., turut mempertegas pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat. Melalui pemberitaan yang konstruktif, gerakan pelestarian lingkungan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pihak sehingga semangat menjaga ekosistem pesisir terus tumbuh di tengah masyarakat.

kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, komunitas, akademisi, pelajar, media, dan masyarakat dalam satu tujuan yang sama, yaitu menjaga kelestarian pesisir Bangka Belitung. Dari bibit-bibit mangrove yang ditanam hari ini, tumbuh harapan akan pesisir yang lebih hijau, lebih tangguh, dan tetap lestari bagi generasi masa depan.
(Diva)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.