Jenazah Mislan ditemukan setelah seorang nelayan setempat, Hendik Pratama, melihat sesosok tubuh mengapung di perairan Samudra Hindia sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 1,5 mil laut dari bibir Pantai Tawang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo.
Karena berada seorang diri dan tidak membawa alat komunikasi, Hendik kembali ke Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang untuk meminta bantuan Basarnas dan nelayan setempat.
Komandan Tim Basarnas Trenggalek, Muhammad Jazuli Prasetyo, mengatakan tim SAR gabungan segera bergerak setelah menerima laporan penemuan tersebut. Namun, proses evakuasi menghadapi kendala berupa arus laut yang cukup deras serta posisi jenazah yang harus dipastikan terlebih dahulu.
Setelah dilakukan pencarian lanjutan, tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah sekitar pukul 19.29 WIB. Korban kemudian dibawa menuju Dermaga TPI Tawang dan tiba sekitar pukul 20.00 WIB.
Petugas medis Puskesmas Ngadirojo bersama Unit Identifikasi Polres Pacitan melakukan pemeriksaan dan pencocokan ciri-ciri untuk memastikan identitas korban. Hasil pemeriksaan memastikan jenazah tersebut adalah Mislan, warga Dusun Meling, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Satu Nelayan Masih dalam Pencarian
Meski satu korban telah ditemukan, operasi SAR belum berakhir. Budianto, rekan Mislan yang juga dilaporkan hilang saat melaut, masih belum diketahui keberadaannya hingga Kamis malam.
Kedua nelayan tersebut sebelumnya berangkat melaut pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Keberadaan mereka mulai dipertanyakan setelah mesin perahu dan peralatan tangkap ikan ditemukan di sekitar Pantai Watu Murep, Desa Sidomulyo, pada Selasa (13/10/2026) dini hari. Perahu yang diduga milik keduanya kemudian ditemukan tanpa awak.
Tim SAR gabungan berencana memperluas area pencarian terhadap Budianto dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta informasi dari nelayan setempat.
Keselamatan Nelayan Jadi Perhatian
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko keselamatan nelayan yang beraktivitas di perairan selatan Pacitan. Kondisi laut, jarak pandang, dan arus perairan menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan dalam kegiatan melaut.
Hingga pencarian dilanjutkan, penyebab pasti hilangnya kedua nelayan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan temuan perahu tanpa awak. Karena itu, perkembangan operasi SAR dan hasil pemeriksaan petugas menjadi bagian penting untuk menjelaskan rangkaian peristiwa secara utuh.
Informasi lanjutan mengenai pencarian Budianto masih dinantikan, sementara tim SAR gabungan terus berupaya menemukan korban dengan tetap memperhatikan keselamatan personel di lapangan.
(Red-Garudasatunews)














