Harga Plastik Melonjak, UMKM Ponorogo Tertekan

oleh -39 Dilihat
oleh
Harga Plastik Melonjak, UMKM Ponorogo Tertekan
Salah satu toko plastik di Ponorogo. (Foto/Istimewa)
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Lonjakan harga plastik yang terjadi sejak awal Maret hingga pasca Lebaran menekan pelaku UMKM di Ponorogo, memaksa mereka menghadapi dilema antara mempertahankan harga atau menaikkan tarif dengan risiko kehilangan pelanggan.

Kenaikan harga terjadi hampir di semua jenis plastik. Data dari distributor menunjukkan harga plastik kresek melonjak dari Rp24 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, memicu penurunan daya beli pelaku usaha yang kini mulai mengurangi volume pembelian.

Pemilik Toko Plastik Malindo, Murdianto, mengungkapkan perubahan pola belanja yang signifikan. Pelaku usaha yang sebelumnya membeli dalam jumlah besar kini terpaksa menekan pembelian akibat harga yang belum stabil.

Dampak langsung dirasakan pelaku UMKM sektor kuliner. Hilda Ayu Rahmawati memilih menaikkan harga produk hingga 20 persen untuk menutup kenaikan biaya kemasan, meski berisiko kehilangan konsumen.

Hal serupa dilakukan Enny Aprillia yang menaikkan harga jual es teler akibat lonjakan biaya plastik yang merata. Kenaikan harga dinilai sebagai langkah terpaksa di tengah tekanan biaya produksi.

Namun, tidak semua pelaku usaha mengambil langkah serupa. Maya Nikasari memilih mempertahankan harga dengan konsekuensi margin keuntungan yang semakin tipis, sementara Atin tetap menjaga harga jual meski biaya kemasan melonjak drastis.

Strategi bertahan ini dinilai berisiko dalam jangka panjang. Tekanan biaya yang terus meningkat tanpa penyesuaian harga dapat menggerus keberlanjutan usaha, terutama bagi pelaku UMKM dengan modal terbatas.

Kondisi ini dipicu kenaikan harga bahan baku petrokimia global, termasuk jenis polypropylene (PP), yang terdampak konflik di Timur Tengah. Gangguan pasokan menyebabkan harga plastik naik tajam hingga mendekati dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir.

Tanpa intervensi atau stabilisasi harga, pelaku UMKM dipaksa beradaptasi cepat. Pilihan yang tersedia terbatas: menaikkan harga dengan risiko kehilangan pasar, atau bertahan dengan margin yang semakin tergerus.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.