Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Membludak

oleh -33 Dilihat
oleh
Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Membludak
Mengular, Antrean Kendaraan di SPBU Mentoro
banner 468x60

PACITAN, Garudasatunews.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026 berdampak langsung terhadap pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Pacitan. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilaporkan mengalami lonjakan antrean kendaraan akibat meningkatnya permintaan BBM subsidi jenis Pertalite.

Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan antrean kendaraan mengular, terutama di SPBU Ploso dan SPBU Mentoro. Kondisi tersebut diduga dipicu peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite setelah terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan.

Meski terjadi peningkatan antrean, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Pacitan memastikan kondisi pasokan BBM di wilayah tersebut masih dalam kategori aman dan belum mengarah pada kelangkaan.

Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Disdagnaker Kabupaten Pacitan, Sukanto, menegaskan bahwa stok BBM di seluruh jaringan distribusi masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Intinya ketersediaan BBM aman,” ujar Sukanto, Rabu (17/6/2026).

Data Disdagnaker menunjukkan stok Pertalite di Kabupaten Pacitan masih mencapai 104.208 liter. Sementara stok Pertamax tercatat 74.999 liter, Bio Solar 80.855 liter, Pertamina Dex 22.537 liter, dan Pertamax Turbo 8.025 liter. Adapun Dexlite dilaporkan dalam kondisi kosong.

Hasil pemantauan pada sejumlah SPBU juga menunjukkan pasokan masih tersedia. SPBU Arjosari misalnya masih memiliki stok Bio Solar 16 ribu liter, Pertalite 8 ribu liter, Pertamax 8 ribu liter, serta Pertamina Dex 1.300 liter.

Di SPBU Purworejo, stok Bio Solar tercatat 12 ribu liter, Pertalite 10 ribu liter, Pertamax 6 ribu liter, dan Pertamina Dex sekitar 6 ribu liter.

Sementara itu, SPBU Ploso memiliki stok Pertalite 32 ribu liter, Pertamax 10.043 liter, Bio Solar 15.270 liter, Pertamax Turbo 2.125 liter, serta Pertamina Dex 5.303 liter.

Di wilayah pesisir, SPBU Soge masih menyimpan stok Bio Solar 9.620 liter, Pertalite 17.615 liter, Pertamax 13.691 liter, dan Pertamina Dex 5.326 liter. Produk Pertamax Turbo maupun Dexlite tidak tersedia di lokasi tersebut.

Sedangkan SPBU Punung tercatat memiliki stok Bio Solar 16.500 liter, Pertalite 16.300 liter, Pertamax 11.500 liter, Pertamax Turbo 5.900 liter, serta Pertamina Dex 2.500 liter. SPBU Nanggungan juga masih menyimpan stok Pertamax 15.765 liter, Pertalite 20.293 liter, Bio Solar 11.465 liter, dan Pertamina Dex 2.108 liter.

Menurut Sukanto, antrean yang terjadi di sejumlah SPBU lebih disebabkan lonjakan permintaan Pertalite pasca kenaikan harga Pertamax, bukan karena gangguan distribusi ataupun keterbatasan pasokan.

Disdagnaker menyebut distribusi BBM ke seluruh SPBU di Pacitan tetap berlangsung setiap hari. Kondisi tersebut dinilai mampu menjaga ketersediaan pasokan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Sampai saat ini distribusi berjalan lancar dan stok BBM di Pacitan masih aman. Antrean tersebut juga terjadi secara nasional,” kata Sukanto.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.