Harga Pangan Bojonegoro Naik Saat Rupiah Tertekan

oleh -16 Dilihat
oleh
Harga Pangan Bojonegoro Naik Saat Rupiah Tertekan
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Bojonegoro mulai merangkak naik di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang disebut telah menyentuh kisaran Rp17.668 per dolar pada Senin (18/5/2026).
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada lonjakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bojonegoro. Sejumlah komoditas pangan strategis tercatat mengalami kenaikan di tengah kurs rupiah yang disebut menembus Rp17.668 per dolar AS pada Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data pemantauan harga melalui laman Disdag Online milik Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkopum) Bojonegoro, kenaikan terjadi hampir merata pada sejumlah bahan pangan utama, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, hingga cabai dan bawang merah.

Harga beras premium tercatat naik menjadi Rp15.350 per kilogram dari sebelumnya Rp14.824 per kilogram atau meningkat sekitar 3,43 persen. Sedangkan beras medium kini menyentuh Rp13.125 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada gula pasir lokal yang kini dijual rata-rata Rp17.375 per kilogram atau naik sekitar 4,09 persen dibanding harga sebelumnya. Sementara minyak goreng kemasan sederhana melonjak hingga Rp20.625 per liter atau naik sekitar 9,44 persen.

Harga minyak goreng curah bahkan tercatat mencapai Rp21.187 per kilogram di sejumlah pasar pantauan. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi nasional.

Lonjakan harga turut terjadi pada komoditas protein hewani. Harga daging sapi paha belakang naik menjadi Rp122.500 per kilogram, sedangkan daging ayam kampung melonjak tajam hingga Rp79.375 per kilogram atau naik sekitar 14,46 persen.

Tak hanya itu, bawang merah kini dijual rata-rata Rp41.625 per kilogram atau meningkat lebih dari 10 persen. Harga ikan asin teri bahkan melonjak hampir 18 persen hingga mencapai Rp105 ribu per kilogram.

Cabai rawit merah juga mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp73.125 per kilogram dari sebelumnya Rp67.727 per kilogram. Sedangkan cabai merah keriting naik tipis menjadi Rp42.750 per kilogram.

Tekanan pelemahan rupiah juga mulai mempengaruhi komoditas berbahan baku impor. Tepung terigu protein sedang kemasan misalnya, kini naik menjadi Rp11.125 per kilogram dari sebelumnya Rp10.515 per kilogram.

Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Disdagkopum Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati, membenarkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran.

“Beberapa memang mengalami kenaikan,” ujar Yuri, Senin (18/5/2026).

Menurut Yuri, kenaikan harga dipicu meningkatnya biaya distribusi dan transportasi. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebut memberi dampak tidak langsung terhadap biaya produksi sejumlah komoditas yang masih bergantung pada bahan impor.

“Kayaknya lebih ke biaya transport. Dolar melemah secara tidak langsung mempengaruhi beberapa hal yang berkaitan dengan bahan dasar yang masih impor, seperti plastik, kedelai, tepung, pakan ternak, dan pupuk,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah disebut masih melakukan pengawasan terhadap sejumlah komoditas tertentu yang menjadi perhatian nasional, khususnya beras dan minyak goreng.

“Ada beberapa pasar pantauan yang mendapat perhatian khusus sampai ke Kemendagri, khususnya beras dan minyak. Sedangkan yang lain mengikuti mekanisme harga pasar,” kata Yuri.

Ia memastikan harga beras SPHP dan Minyakita di pasar pantauan masih tetap sesuai ketentuan pemerintah dan belum mengalami kenaikan.

“Beras SPHP tetap di harga Rp12 ribu per kilogram dan Minyakita Rp15.700 per liter. Itu tidak boleh dinaikkan tanpa instruksi khusus,” tegasnya.

Data Disdag Online sendiri dihimpun dari hasil pemantauan di 85 pasar yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah daerah kini didorong memperketat pengawasan distribusi pangan guna mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi di tengah pelemahan rupiah dan meningkatnya biaya produksi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.