Harga Kedelai Melonjak, Tempe Diperkecil

oleh -33 Dilihat
oleh
Harga Kedelai Melonjak, Tempe Diperkecil
Koperasi Kedelai Perajin Tempe di Sanan Kota Malang
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Lonjakan harga kedelai yang dikaitkan dengan eskalasi konflik global antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai menekan sektor riil di daerah. Di sentra industri tempe Sanan, Kota Malang, para perajin terpaksa menanggung kenaikan biaya produksi tanpa dukungan kebijakan yang jelas.

Harga kedelai yang sebelumnya berada di kisaran Rp9.800 per kilogram kini menembus Rp10.600 per kilogram. Kenaikan dalam waktu singkat ini memukul pelaku usaha kecil yang bergantung penuh pada bahan baku impor tersebut.

Para perajin mengaku tidak memiliki pilihan selain tetap membeli kedelai dengan harga tinggi demi menjaga kelangsungan produksi. Dalam kondisi ini, beban operasional meningkat tajam, sementara daya beli masyarakat tidak ikut naik.

Sejumlah perajin menyebut kenaikan harga mulai terasa dalam sebulan terakhir, beriringan dengan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Dampak global tersebut merembet langsung ke industri kecil di daerah yang tidak memiliki daya tawar terhadap fluktuasi harga bahan baku.

Dengan kebutuhan produksi mencapai 6 hingga 7 kuintal per hari, kenaikan harga per kilogram menjadi beban signifikan yang menggerus margin keuntungan. Tanpa intervensi pemerintah, kondisi ini berpotensi memicu penurunan produksi hingga ancaman gulung tikar bagi pelaku usaha kecil.

Sebagai langkah bertahan, perajin terpaksa mengurangi ukuran tempe yang dijual ke konsumen. Strategi ini dipilih untuk menjaga harga tetap terjangkau, meski kualitas kuantitas produk mengalami penurunan.

Langkah tersebut dilakukan secara terbuka dengan memberikan penjelasan kepada pelanggan. Namun, kondisi ini mencerminkan tekanan nyata pada sektor pangan rakyat, di mana produsen kecil harus menanggung dampak langsung dari dinamika global tanpa perlindungan memadai.

Hingga kini, belum terlihat langkah konkret pemerintah dalam meredam gejolak harga kedelai. Ketiadaan kebijakan stabilisasi menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan industri tempe, yang selama ini menjadi bagian penting konsumsi masyarakat Indonesia.

Situasi ini memperlihatkan rapuhnya ketahanan bahan baku nasional terhadap tekanan eksternal, sekaligus menguji sejauh mana keberpihakan pemerintah dalam melindungi pelaku usaha kecil di tengah krisis global. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.