Harga BBM Nonsubsidi Turun, Ini Daftar Terbarunya

oleh -49 Dilihat
oleh
Harga-BBM-Nonsubsidi-Turun-Ini-Daftar-Terbarunya
Harga-BBM-Nonsubsidi-Turun-Ini-Daftar-Terbarunya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Sejumlah badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM) resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada Kamis (16/7/2026). Penyesuaian tersebut ditandai dengan penurunan harga pada sejumlah produk, terutama jenis solar nonsubsidi dan BBM beroktan tinggi. Sementara itu, beberapa produk lainnya, termasuk BBM bersubsidi, masih dipertahankan pada harga sebelumnya.

Kebijakan penyesuaian harga diberlakukan oleh Pertamina, Shell Indonesia, dan BP-AKR setelah melalui evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta komponen biaya distribusi dan operasional. Di sisi lain, sebagian produk BBM milik Vivo hingga pertengahan Juli 2026 masih belum mengalami perubahan harga.

Berdasarkan daftar harga yang berlaku di wilayah DKI Jakarta dan sebagian wilayah Jawa, Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi dipertahankan sebesar Rp6.800 per liter. Untuk produk nonsubsidi Pertamina, Pertamax dibanderol Rp16.250 per liter, Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp19.300 per liter, Dexlite Rp19.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.

Pada jaringan SPBU swasta, BP-AKR menetapkan harga BP 92 sebesar Rp16.670 per liter, BP Ultimate Rp17.240 per liter, serta BP Ultimate Diesel Rp21.340 per liter. Sementara itu, Shell Indonesia menetapkan harga Shell V-Power Diesel sebesar Rp21.340 per liter. Adapun produk bensin Shell seperti Shell Super dan Shell V-Power di sejumlah daerah masih dalam proses penyesuaian distribusi sehingga informasi harga belum tersedia secara merata.

Penurunan harga paling signifikan tercatat pada produk solar nonsubsidi dan BBM beroktan tinggi. Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Dexlite mengalami penurunan dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.

Sebaliknya, harga Pertamax, Pertamax Green 95, Pertalite, dan Biosolar subsidi belum mengalami perubahan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian harga dilakukan secara selektif sesuai mekanisme evaluasi masing-masing produk.

Pengamat sektor energi menilai perubahan harga BBM nonsubsidi tidak semata-mata merupakan kebijakan internal badan usaha, melainkan mengikuti mekanisme penetapan harga yang dipengaruhi berbagai indikator ekonomi. Di antaranya meliputi pergerakan harga minyak mentah internasional, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya distribusi, hingga struktur biaya operasional dan margin usaha.

Pelemahan harga minyak mentah dunia dalam beberapa bulan terakhir dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuka ruang bagi badan usaha untuk menurunkan harga jual BBM nonsubsidi kepada masyarakat. Meski demikian, besaran penyesuaian tetap bergantung pada hasil evaluasi berkala yang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi harga BBM melalui saluran resmi masing-masing badan usaha penyedia BBM agar memperoleh data yang akurat, mengingat harga BBM nonsubsidi dapat berubah mengikuti perkembangan pasar dan hasil evaluasi bulanan. Pemerintah juga terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan distribusi BBM agar tetap sesuai dengan regulasi dan kepentingan publik.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.