Hampers Bambu Pacet Tetap Diburu Jelang Lebaran

oleh -102 Dilihat
oleh
Hampers Bambu Pacet Tetap Diburu Jelang Lebaran
Fika Andriyawati (32) menunjukkan hampers buatannya. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Tren hampers Lebaran menggunakan keranjang bambu masih menjadi pilihan utama masyarakat Mojokerto menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Permintaan tinggi tersebut dirasakan pelaku UMKM Avika Cake and Cookies, milik Fika Andriyawati (32), warga Desa Claket, Kecamatan Pacet, yang tetap mencatat minat besar konsumen terhadap kemasan alami meski tren desain kemasan terus berubah setiap tahun.

Fika mengungkapkan, pada musim Lebaran tahun lalu hampers bambu bahkan terjual habis sekitar 300 paket. Tahun ini ia sempat memprediksi tren akan bergeser, namun kenyataannya permintaan tetap didominasi kemasan serupa.

Untuk mengikuti perkembangan pasar, ia sempat menyiapkan alternatif kemasan kotak dengan desain ucapan Idul Fitri dalam dua model berbeda. Namun konsumen tetap banyak memilih keranjang bambu karena dinilai lebih unik dan bernuansa tradisional.

Jika sebelumnya keranjang bambu didominasi warna hijau, tahun ini pelaku usaha menghadirkan variasi warna butter yellow agar tampil lebih segar tanpa meninggalkan kesan alami. Hampers tersedia dalam dua ukuran, yakni ukuran besar berisi dua toples kue kering 750 ml dan ukuran kecil berisi empat toples 450 ml.

Guna menjaga kelancaran produksi, pembeli tidak dapat memilih isi kue secara bebas karena sebagian besar penjualan dilakukan melalui jaringan reseller. Saat ini terdapat sekitar 60 reseller yang tersebar di Mojokerto, Jombang, Sidoarjo hingga Surabaya.

Harga hampers keranjang bambu dipasarkan mulai Rp100 ribu hingga Rp135 ribu. Sementara kemasan kotak dibanderol Rp100 ribu sampai Rp130 ribu dan paket toples sekat empat dijual Rp125 ribu hingga Rp155 ribu.

Dalam proses produksi, usaha rumahan ini melibatkan tujuh hingga delapan karyawan serta menggandeng UMKM lokal Pacet untuk melengkapi varian produk. Dari total 23 varian yang dijual, sebanyak 14 merupakan produksi sendiri seperti nastar, kastengel, lidah kucing, dan sagu keju, sedangkan sisanya merupakan kolaborasi dengan pelaku usaha setempat.

Momentum Ramadan dan Idul Fitri diharapkan kembali mendongkrak penjualan sekaligus memperluas pasar produk UMKM lokal Mojokerto yang terus berkembang melalui sinergi antar pelaku usaha. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.