Halal Bihalal PWI Sumenep Disorot, Apa Dampaknya?

oleh -16 Dilihat
oleh
Halal Bihalal PWI Sumenep Disorot, Apa Dampaknya
Halal bihalal lintas generasi PWI Sumenep
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Kegiatan Halal Bihalal lintas generasi yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep pada Selasa (28/04/2026) memunculkan sorotan terkait konsolidasi internal organisasi profesi wartawan di daerah tersebut. Acara yang berlangsung di sekretariat PWI Sumenep itu dihadiri puluhan wartawan senior lintas era, mulai dari angkatan 1998 hingga generasi terkini.

Forum yang dikemas sebagai ajang silaturahmi ini tidak sekadar menjadi reuni, melainkan juga ruang konsolidasi nilai dan pengaruh antar generasi. Sejumlah peserta yang hadir diketahui telah beralih profesi, termasuk masuk ke ranah politik, namun tetap memiliki keterkaitan historis dengan organisasi wartawan tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran Ahmadi Yasid, mantan wartawan yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia mengakui latar belakang jurnalistik memberikan keunggulan dalam menjalankan tugas legislasi, khususnya dalam penyusunan dokumen resmi seperti pandangan umum fraksi.

Pernyataan tersebut menegaskan adanya relasi kuat antara dunia jurnalistik dan politik, yang dalam konteks tertentu memunculkan pertanyaan soal independensi serta potensi konflik kepentingan, terutama bagi wartawan yang beralih profesi ke ranah kekuasaan.

Di sisi lain, Penasihat PWI Sumenep Moh. Rifa’i menyampaikan bahwa kegiatan lintas generasi ini bertujuan menjaga kesinambungan nilai serta memperkuat ikatan emosional dalam tubuh organisasi. Ia menekankan pentingnya peran senior dalam memberikan arahan kepada generasi penerus, khususnya dalam menjaga marwah profesi wartawan.

Namun demikian, penguatan relasi internal ini juga dinilai perlu diimbangi dengan komitmen terhadap prinsip independensi pers, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, guna menghindari dominasi kepentingan tertentu dalam tubuh organisasi.

Ketua PWI Sumenep Faisal Warid menyatakan kegiatan tersebut akan dijadikan agenda rutin tahunan dan diintegrasikan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN). Menurutnya, soliditas antar generasi menjadi kunci dalam menjaga eksistensi organisasi di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks.

Ia juga menegaskan bahwa forum tersebut berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan dan pengalaman, khususnya dalam menjaga etika, integritas, dan profesionalisme jurnalistik. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya regenerasi yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga berbasis nilai.

Meski demikian, pengamat menilai efektivitas forum semacam ini masih perlu diuji, terutama dalam menjawab tantangan nyata dunia pers lokal, seperti tekanan ekonomi media, independensi redaksi, hingga potensi intervensi politik.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.