Halal Bihalal PGRI Disorot, Seruan Tanpa Terobosan

oleh -39 Dilihat
oleh
Halal Bihalal PGRI Disorot, Seruan Tanpa Terobosan
Kegiatan Halal Bihalal PGRI dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Kegiatan Halal Bihalal PGRI Kota Kediri yang dihadiri Wakil Wali Kota Qowimuddin di Auditorium SMAN 5 Taruna Brawijaya, Kamis (9/4/2026), menjadi ajang seremonial yang kembali menegaskan pentingnya persaudaraan, namun menyisakan pertanyaan terkait langkah konkret peningkatan kualitas pendidikan.

Acara diawali dengan pemberian santunan kepada 34 anak yatim, yang dikemas sebagai simbol kepedulian sosial di momentum Syawal. Meski demikian, kegiatan tersebut belum menyentuh langsung persoalan mendasar dunia pendidikan yang tengah dihadapi para guru dan sekolah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota yang akrab disapa Gus Qowim menyampaikan ucapan Idulfitri sekaligus menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ia menyebut, hubungan yang harmonis antarpendidik diyakini mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kediri.

Namun, pernyataan tersebut dinilai masih bersifat normatif. Tidak ada paparan kebijakan baru maupun strategi terukur yang disampaikan dalam forum tersebut untuk menjawab tantangan nyata di sektor pendidikan, mulai dari pemerataan fasilitas hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Gus Qowim juga memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia. Ia menekankan peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan moral generasi muda.

Di sisi lain, tuntutan agar guru terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri kembali digaungkan. Namun, belum terlihat kejelasan dukungan konkret dari pemerintah daerah terkait pelatihan, kesejahteraan, maupun fasilitas penunjang yang memadai.

Ajakan untuk memperkuat kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemerintah juga kembali disampaikan. Meski demikian, kolaborasi yang dimaksud belum dijabarkan dalam bentuk program nyata yang dapat diukur keberhasilannya.

Momentum Halal Bihalal yang seharusnya menjadi ruang evaluasi dan refleksi justru lebih banyak diisi dengan pesan-pesan moral dan seremonial. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa forum belum dimanfaatkan secara maksimal untuk merumuskan solusi atas persoalan pendidikan yang kompleks.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua PGRI Kota Kediri Moh. Anang Kurniawan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri Ibnu Qoyim, Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Mardji, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta tokoh agama dan anggota PGRI lainnya.

Tanpa langkah konkret yang terukur, kegiatan semacam ini berisiko hanya menjadi rutinitas tahunan, sementara tantangan peningkatan mutu pendidikan di Kota Kediri terus menuntut solusi nyata dan berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.